Pages

Monday, June 1, 2026

Hari Susu Sedunia, Industri dan Peternak Didorong Perkuat Ekosistem Susu Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan Hari Susu Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem susu nasional melalui kolaborasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan susu bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan sapi perah dalam negeri.

Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Intan Ayu Kartika mengatakan, konsumsi susu perlu terus didorong sebagai bagian dari pola hidup sehat masyarakat. Menurut dia, kebiasaan tersebut harus ditopang oleh rantai pasok yang kuat, mulai dari peternak hingga industri pengolahan.

Intan menjelaskan, membangun generasi yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari, seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktif bergerak, dan mengonsumsi susu.

"World Milk Day menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat dan penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," ujar Intan dalam keterangannya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem susu nasional tidak hanya berkaitan dengan penyediaan produk bagi konsumen, tetapi juga mencakup pemberdayaan peternak sapi perah lokal. Saat ini, FFI bekerja sama dengan koperasi susu yang menaungi lebih dari 30 ribu peternak sapi perah di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Menurut Intan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan susu segar sekaligus meningkatkan kapasitas dan produktivitas peternak lokal.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Epi Taufik, mengatakan kualitas susu yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan di industri.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi pengolahan modern berperan penting dalam menjaga keamanan, kualitas, dan kandungan nutrisi susu sebelum sampai ke tangan konsumen.

"Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi," kata Epi.

Menurut dia, penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan kolaborasi yang terintegrasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri susu nasional.

Pandangan serupa disampaikan Rumini, peternak sapi perah yang tergabung dalam program Young Progressive Farmers Academy (YPFA). Ia menilai peningkatan kualitas susu tidak lepas dari konsistensi peternak dalam menerapkan praktik peternakan yang baik dan berkelanjutan.

Rumini mengatakan peternak saat ini terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar melalui penerapan teknologi serta pengelolaan peternakan yang lebih modern.

"Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar melalui praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya.

Pelaku industri menilai penguatan ekosistem susu nasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Dengan kolaborasi yang lebih kuat dari hulu hingga hilir, sektor susu diharapkan dapat berkembang lebih berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Adblock test (Why?)


Hari Susu Sedunia, Industri dan Peternak Didorong Perkuat Ekosistem Susu Nasional
Sumber Eknomi

Desa Energi Berdikari Keliki, Kuatkan Ketahanan Pangan dengan Energi Bersih

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, GIANYAR - Pertamina memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Desa Energi Berdikari (DEB). DEB merupakan desa inovatif yang memanfaatkan energi bersih untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

DEB Keliki di Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali merupakan inisiatif Pertamina dalam menyediakan energi terbarukan bagi masyarakat pedesaan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menjadikan energi terbarukan sebagau solusi yang dapat menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan masyarakat. DEB Keliki memiliki kegiatan utama berupa pengolahan sampah menjadi kompos dan ketahanan pangan dengan menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan.

Sumber energi pengolahan sampah serta pompa penggerak untuk pengairan sawah, didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Jajaran Dewan Komisaris Pertamina, melihat dan mendengarkan penjelasan secara langsung dari penerima manfaat atas dampak program terhadap kemandirian masyarakat DEB Keliki (Kamis, 28/5/2026).

Local Hero sekaligus Ketua BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Yowana Bakti Keliki, I Wayan Sumada menceritakan dampak keterlibatan Pertamina melalui upaya pembinaan, pendampingan serta pemberian sejumlah fasilitas di desanya.

“Di Desa Keliki setidaknya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari, dengan produktivitas yang sangat tinggi tersebut kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sangat membantu masyarakat untuk mengelola dan mengolah sampah," ujarnya.

Pengolahan Sampah untuk Dikembalikan ke Alam

Untuk mendukung program pengolahan sampah, diperlukan tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTS dengan kapasitas terpasang mencapai 10,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini menghasilkan 14.256 kWh/tahun energi surya. Kehadiran PLTS selain menghemat biaya listrik sebesar Rp21 juta/tahun, sekaligus mengurangi emisi GRK mencapai 13,7 ton CO2eq/tahun.

Ia menambahkan dukungan yang diberikan Pertamina, secara tidak langsung juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dengan melakukan pemilahan sampah rumah tangga, baik samapah organik, anorganik dan residu.

“Saat ini kesadaran untuk masyarakat memilih sampah itu sudah sangat tinggi berkat kerjasama kami dengan Pertamina, kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam hingga kemudian bisa semakin bermanfaat lagi untuk alam," kata dia.

I Wayan Sumadana menambahkan, untuk aktivitas pengairan air sawah, DEB Keliki didukung dengan PLTS dengan kapasitas terpasang 17,5 kWp (Kilowatt Peak). PLTS ini digunakan untuk menggerakkan pompa air tanah bertenaga surya yang mendukung pengairan sawah selama musim kemarau di 7 Subak (Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu).

Khusus PLTS untuk pengairan sawah menghasilkan 84.000 kWh/tahun energi surya, mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) mencapai 23,1 ton CO2eq/tahun serta penghematan biaya listrik Rp.35 juta per tahun.

Dari pertanian tersebut, DEB Keliki menghasilkan padi organik yang dapat meningkatkan produktivitas hasil panen secara signifikan. Sebelum program padi organik diterapkan hasil panen hanya berkisar 5 sampai 5,5 ton per hektare, setelah proses pembinaan oleh Pertamina peningkatan menjadi 8,7 ton per hektare.

Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, mengaku takjub dengan keberhasilan program yang memberikan dampak positif terhadap lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Dari program DEB Keliki ini, menunjukkan komitmen Pertamina dalam memberikan dukungan kepada masyarakat melalui program-program yang dimiliki. Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang, semoga program TSJL Perusahaan, bisa lebih memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya

DEB Keliki kini telah menjadi ekosistem percontohan penggerak ekonomi masyarakat, melalui kegiatan Eco Village dan Agrikultur, terdapat 1.200 Kepala Keluarga penerima manfaat, melibatkan 9 pekerja, berkolaborasi dengan 15 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pemuda desa. Tidak hanya itu hasil pengelolaan sampah ini juga berhasil meluncurkan produk pupuk organik berkualitas tinggi, produksi ecoenzyme (cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik dapur), dan kompos organik.

Atas keberhasilan itu, banyak kunjungan dari berbagai Perguruan Tinggi maupun wisatawan mancanegara ke DEB Keliki. Setidaknya terdapat 6.000 tamu yang telah berkunjung, untuk melihat keindahan persawahan, belajar pengelolaan sampah dan pertanian berbasis energi bersih, sambil menikmati jajanan di saung-saung cafe warga yang menambah geliat ekonomi warga Keliki.

Adblock test (Why?)


Desa Energi Berdikari Keliki, Kuatkan Ketahanan Pangan dengan Energi Bersih
Sumber Eknomi