Pages

Tuesday, June 30, 2026

Amran: Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit Rugikan Negara Rp600 Triliun per Tahun

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan dugaan praktik under-invoicing dalam ekspor minyak sawit mentah (CPO) membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan hingga Rp600 triliun setiap tahun. Menurutnya, itulah sebabnya Presiden Prabowo Subianto memerintahkan tata kelola ekspor sawit dilakukan melalui satu pintu demi menutup celah tersebut.

Amran menilai dugaan praktik itu terlihat dari tidak selarasnya pergerakan harga CPO dunia dengan harga tandan buah segar (TBS) di dalam negeri. Ketika harga CPO dunia dan nilai tukar dolar menguat, harga TBS justru mengalami penurunan.

"Kemarin Bapak Presiden perintahkan, ini ada permainan. Bapak Presiden perintahkan satu pintu. Kenapa? Ada under-invoicing," kata Mentan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan pemerintah mencermati adanya selisih harga yang cukup besar antara nilai transaksi CPO di dalam negeri dengan harga jual di negara tujuan. Kondisi itu, menurut dia, mengurangi potensi penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Amran telah memanggil pihak-pihak terkait agar tidak lagi melakukan praktik yang merugikan kepentingan nasional. Ia mengingatkan pelaku usaha agar tidak mempermainkan negara demi keuntungan bisnis.

"Harga dunia CPO itu Rp27.000/kg. Dolar naik Rp18.000 atau Rp17.000, itu naik 10 persen menguat. Harusnya TBS naik, tapi CPO TBS turun. Ini nggak masuk akal. Dan kami panggil, jangan you permainkan negaramu," ujarnya.

Ia menerangkan dugaan under-invoicing terjadi ketika CPO dibeli dengan harga lebih rendah di dalam negeri, lalu dijual jauh lebih tinggi di luar negeri kepada perusahaan yang masih berada dalam kelompok usaha yang sama. Skema tersebut, menurut dia, membuat potensi pajak yang seharusnya diterima negara menjadi hilang.

Amran memperkirakan apabila praktik tersebut berlangsung selama puluhan tahun, nilai kerugian yang ditanggung negara sangat besar. Ia menyebut angka kehilangan selama 34 tahun mencapai sekitar Rp15.000 triliun, setara dengan nilai aset badan usaha milik negara (BUMN).

"Under-invoicing artinya ini beli Rp14.000, di sana dijual Rp27.000 padahal perusahaannya sendiri. Jadi tidak kena pajak berapa, selama 34 tahun berapa? Itu Rp15.000 triliun kehilangan negara," ucapnya.

Ia mengatakan pemerintah melihat peluang meningkatkan penerimaan negara apabila ekspor CPO dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa celah praktik tersebut. Menurut dia, potensi nilai ekspor sawit dapat meningkat hingga dua kali lipat.

Amran menambahkan pemerintah memperkirakan Indonesia kehilangan peluang sekitar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun setiap tahun dari sektor sawit akibat dugaan praktik tersebut. Nilai itu disebut dapat mencapai Rp6.000 triliun dalam satu dekade apabila tidak segera dibenahi.

Pemerintah kini memperkuat tata kelola ekspor sawit sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan penerimaan negara dan meningkatkan nilai tambah komoditas strategis. Langkah itu juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto.

Adblock test (Why?)


Amran: Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit Rugikan Negara Rp600 Triliun per Tahun
Sumber Eknomi

Monday, June 29, 2026

Bhinneka Life Gandeng KSH Tingkatkan Edukasi Kesehatan

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Bhinneka Life dan Kuching Specialist Hospital (KSH), Malaysia, menjalin kerja sama untuk meningkatkan edukasi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) menjalin kerja sama dengan Kuching Specialist Hospital (KSH), Malaysia, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Kolaborasi tersebut juga menjadi upaya perusahaan menghadirkan nilai tambah bagi nasabah melalui layanan kesehatan.

Direktur Utama Bhinneka Life Benny Indra mengatakan, perusahaan ingin mendorong masyarakat agar memandang kesehatan dan perlindungan finansial sebagai dua hal yang saling melengkapi dalam perencanaan masa depan.

"Kami memahami bahwa perlindungan finansial dan kesehatan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam mempersiapkan masa depan. Melalui I’m kolaborasi dengan Kuching Specialist Hospital, kami ingin menghadirkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini," ujar Benny, Senin (29/6/2026).

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Bhinneka Life menggelar kegiatan Health Talk di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026. Kegiatan itu menghadirkan dua dokter spesialis ortopedi dari Kuching Specialist Hospital yang memberikan edukasi mengenai kesehatan tulang dan sendi, mulai dari deteksi dini, faktor risiko, hingga langkah pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Bhinneka Life juga memperkenalkan Bhinneka Executive Shield. Program tersebut memberikan nilai tambah bagi nasabah yang membeli salah satu produk unggulan Bhinneka Life berupa kesempatan memperoleh fasilitas medical check-up di Kuching Specialist Hospital.

Program itu juga mencakup layanan penjemputan dari bandara menuju hotel atau rumah sakit serta voucher makan siang sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Benny mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat yang diterima nasabah, tidak hanya melalui perlindungan finansial tetapi juga dukungan terhadap kesehatan.

Dia menegaskan, Bhinneka Life akan terus mengembangkan berbagai inisiatif yang memberi manfaat bagi nasabah sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Bhinneka Life Gandeng KSH Tingkatkan Edukasi Kesehatan
Sumber Eknomi