Pages

Thursday, May 7, 2026

RUPST Bank Jago Setujui Laporan Tahunan 2025, Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris 2026

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Jago Tbk menyetujui laporan tahunan perusahaan tahun buku 2025. RUPST juga menetapkan susunan anggota dewan direksi dan dewan komisaris untuk masa jabatan 2026-2029.

Manajemen Bank Jago dalam RUPST melaporkan pencapaian positif perusahaan pada tahun 2025. Sebagai bank berbasis teknologi yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital, Bank Jago konsisten bertumbuh baik dari jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit.

Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta nasabah, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Pertambahan jumlah nasabah beriringan dengan pertumbuhan jumlah DPK dan penyaluran kredit bank Jago.

Sepanjang 2025, jumlah DPK yang berhasil dihimpun Bank Jago mencapai sebesar Rp 25,9 triliun atau tumbuh 38 perssen dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya Rp 18,8 triliun. Sementara total kredit yang disalurkan mencapai Rp 24,3 triliun atau meningkat 38 persen dari penyaluran 2024 yang sebesar Rp 17,7 triliun.

Laba Bersih Naik 115 Persen

Kombinasi positif tersebut berpengaruh terhadap perolehan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) Bank Jago per Desember 2025, yang meningkat 115 persen menjadi Rp 276 miliar dari perolehan laba Rp 129 miliar pada 2024. Sementara total aset mencapai sebesar Rp 36,5 triliun, naik 28 persen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp 28,5 triliun.

¨Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris.

RUPST ini juga menyepakati pengangkatan Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan 2026-2029, efektif setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nicholas merupakan lulusan Brown University, AS dan meraih gelar doktor dari University of Cambridge, Inggris. Ia memulai kariernya di industri teknologi finansial (fintech) OneConnect Financial Technology, Singapura pada 2018-2021 setelah bekerja di perusahaan startup dan konsultan bisnis. Nicholas bergabung di Bank Jago pada Januari 2025 sebagai Head of Retail Banking Business Bank Jago.

“Nicholas akan berperan lebih besar untuk menumbuhkan bisnis ritel Bank Jago ke fase pertumbuhan berikutnya. Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional," kata Arief.

Dengan pengangkatan direktur baru tersebut, RUPST menetapkan jajaran terbaru direksi Bank Jago untuk masa jabatan 2026-2029 sebagai berikut:

● Direktur Utama : Arief Harris

● Direktur Kepatuhan : Tjit Siat Fun

● Direktur : Sonny C. Joseph

● Direktur : Umakanth Rama Pai

● Direktur : Supranoto Prajogo

● Direktur : Nicholas Tan

Adblock test (Why?)


RUPST Bank Jago Setujui Laporan Tahunan 2025, Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris 2026
Sumber Eknomi

Wednesday, May 6, 2026

Rupiah Berbalik Menguat, Terdorong Angka Pertumbuhan Ekonomi

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada Rabu (6/5/2026), meninggalkan posisi Rp 17.400-an per dolar AS. Pengamat menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif pada kuartal I 2026, dan komitmen pemerintah untuk terus menggulirkan stimulus ekonomi. 

Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 36,50 poin atau 0,21 persen menuju level Rp 17.387 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.424 per dolar AS. 

“(Sentimen internal) Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi indikasi bahwa tren ekonomi nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026). 

Namun, percepatan tersebut dinilai belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal. Oleh karena itu, pemerintah menyatakan akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Seperti koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan. 

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.

“Namun banyak ekonom yang mempertanyakan hasil perhitungan  pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,61 persen. Salah satunya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin,” lanjutnya. 

Advertisement

Adblock test (Why?)


Rupiah Berbalik Menguat, Terdorong Angka Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Eknomi