Pages

Tuesday, June 23, 2026

Patriot Bond Bikin Investor Kebal Hukum? Ini Penjelasan Purbaya

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan perlakuan khusus terhadap investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond hanya berlaku bagi dana yang ditempatkan pada instrumen tersebut, bukan seluruh aset maupun kegiatan usaha pemilik dana.

"Yang betul adalah uang yang dipakai untuk Patriot Bond tidak akan diutak-atik sumbernya dari mana. Tapi, kalau dia punya bisnis lain, ya bisa dikejar saja," kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut merespons sisipan Pasal 50A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang mengatur pelindungan hukum bagi pembeli surat utang khusus yang diterbitkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Pelindungan tersebut mencakup perlindungan dari tuntutan pidana umum, pidana khusus termasuk pidana perpajakan, serta gugatan perdata.

Purbaya menegaskan dana yang ditempatkan pada instrumen tersebut akan memperoleh perlindungan. Namun, perusahaan maupun kegiatan usaha pemilik dana tidak mendapatkan imunitas apabila ditemukan persoalan perpajakan atau pelanggaran lainnya.

Menurut Purbaya, skema tersebut berbeda dengan program pengampunan pajak (tax amnesty). Dalam program pengampunan pajak, wajib pajak memperoleh perlakuan yang lebih luas atas aset yang dilaporkan.

Sementara itu, dalam skema Patriot Bond, perlindungan hanya melekat pada dana yang ditempatkan pada instrumen tersebut.

"Perusahaannya tidak imun. Jadi, tidak seperti tax amnesty yang bebas semua. Ini (Patriot Bond) tidak," ujar Purbaya.

Purbaya juga merespons kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut dapat mengakomodasi praktik pencucian uang.

Menurut dia, pemerintah memilih mendorong dana yang berada di luar sistem agar masuk ke perekonomian domestik. Dengan masuknya dana tersebut, pemerintah dapat memanfaatkannya untuk pembiayaan pembangunan.

"Daripada uangnya di luar terus. Biar dia masuk ke sistem, memang ada loss sedikit. Tapi menurut saya, uangnya masuk ke ekonomi kita. Kita bisa pakai untuk membangun," tutur Purbaya.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Patriot Bond Bikin Investor Kebal Hukum? Ini Penjelasan Purbaya
Sumber Eknomi

Monday, June 22, 2026

Ratusan Kelompok Warga Jakarta Bergerak Menanam Pangan Bersama

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap sistem pangan perkotaan, membangun ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang mampu mendukung produksi pangan secara berkelanjutan.

Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming sebagai salah satu strategi membangun ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Gerakan "Tanam Raya Bersama Jakarta" kembali digelar dan mencapai puncaknya pada Jumat (19/6). Gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Panen Raya Serentak DKI Jakarta yang melibatkan ratusan kelompok tani urban di lima wilayah kota administrasi.

PT East West Seed Indonesia (Ewindo) atau biasa dikenal dengan Cap Panah Merah kembali berpartisipasi melalui penyediaan benih hortikultura unggul, edukasi budidaya, serta pendampingan teknis untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan proses menghasilkan pangan secara mandiri. Dukungan tersebut diberikan agar semakin banyak warga dapat memanfaatkan lahan yang tersedia, sekecil apa pun, menjadi sumber pangan keluarga yang produktif.

Sepanjang tahun 2026, Gerakan Tanam Raya Bersama dilaksanakan secara bertahap di lima wilayah kota administrasi dengan berbagai komoditas hortikultura unggulan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Jakarta Selatan mengawali penanaman pada Februari dengan Labu Madu F1, disusul Jakarta Pusat dengan Tomat Martha F1, Jakarta Utara dengan Semangka Palguna F1, Jakarta Timur dengan Jagung Manis Bonanza MB F1, dan Jakarta Barat pada 19 Juni dengan Labu Madu F1 serta Melon Kuning Alisha F1 sebagai penutup rangkaian Tanam Raya tahun ini.

Sebelum penanaman dilakukan, para peserta memperoleh edukasi mengenai teknik budidaya yang baik, pemanfaatan lahan sempit, serta penggunaan benih bermutu. Pendampingan kemudian dilakukan secara berkala hingga masa panen melalui monitoring di 42 kecamatan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal.

Isak Heryawan, Vice President Director PT East West Seed Indonesia, mengatakan bahwa keterlibatan Ewindo merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai inisiatif yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan pertanian.

“Kami percaya bahwa ketahanan pangan kota dimulai dari ketahanan lingkungan dan keterlibatan masyarakat di dalamnya. Urban farming bukan hanya tentang menanam pangan, tetapi juga menghadirkan akses terhadap pangan segar dan sehat, sekaligus membangun kota yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim. Karena itu, kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus mendorong urban farming sebagai gerakan bersama masyarakat,” ujar Isak.

Bagi Jakarta, pertanian perkotaan tidak hanya menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kota yang lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim. Kebun-kebun yang tumbuh di pekarangan rumah, RPTRA, gang hijau, hingga atap gedung mampu menambah ruang hijau produktif, memperbaiki kualitas udara, sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Ratusan Kelompok Warga Jakarta Bergerak Menanam Pangan Bersama
Sumber Eknomi