Pages

Thursday, May 14, 2026

Edukasi Investasi, Mahasiswa UPN Veteran Pelajari Operasional dan Praktik Keberlanjutan Astra Agro

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta mempelajari langsung praktik bisnis dan tata kelola perusahaan melalui kegiatan Visit Emiten 2026. Kegiatan edukasi pasar modal tersebut menekankan pentingnya memahami operasional perusahaan dan aspek keberlanjutan sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungan yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB UPN Veteran Jakarta ini berlangsung di PT Astra Agro Lestari Tbk, Rabu (13/5/2026), emiten perkebunan kelapa sawit berkode saham AALI. Program rutin tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia investasi sekaligus memahami proses bisnis korporasi secara langsung.

Vice President of Corporate Communication PT Astra Agro Lestari Tbk Mochamad Husni mengatakan praktik operasional terbaik dan komitmen keberlanjutan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri sawit nasional.

“Praktik operasional terbaik dan komitmen keberlanjutan menjadi kunci bisnis minyak sawit yang berkesinambungan bukan hanya secara komersial tetapi juga sangat penting untuk mensejahterakan bangsa (prosper with the nation),” ujar Husni.

Husni menyambut kunjungan mahasiswa sebagai bagian dari ruang edukasi korporasi kepada generasi muda mengenai praktik bisnis dan pasar modal. Menurutnya, Visit Emiten memberi kesempatan bagi mahasiswa memahami langsung dinamika industri, tata kelola perusahaan, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, peserta tidak hanya mengenal perusahaan dari sisi angka dan laporan keuangan, tetapi juga memahami proses bisnis, tata kelola, hingga komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan lingkungan,” ujarnya.

Husni menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan memberi perspektif baru mengenai dunia kerja dan industri perkebunan nasional.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang bermanfaat serta menginspirasi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan perspektif mereka terhadap dunia industri dan investasi,” katanya.

Presiden KSPM 9.0 Anugerah Putra Prasetyo mengatakan mahasiswa perlu memahami bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan pergerakan angka di pasar modal, tetapi juga proses bisnis yang dijalankan perusahaan.

“Sebagai investor, kita tidak hanya melihat hitungan angka, tetapi juga harus memahami bagaimana proses bisnis tersebut terjadi,” ujarnya.

Anugerah berharap kunjungan tersebut membantu peserta memahami fundamental perusahaan secara langsung melalui interaksi dengan praktisi industri.

Project Officer Visit Emiten 2026 Dinda Suci Batalano mengatakan tema kegiatan dipilih agar mahasiswa melihat nilai investasi dari perspektif bisnis dan keberlanjutan perusahaan.

“Melalui kunjungan edukasi ini, kami berharap peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan mendalam mengenai dunia industri serta pasar modal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Astra Agro yang telah membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Astra Agro Lestari yang telah menerima dan membuka ruang belajar bagi kami pada hari ini,” tuturnya.

Adblock test (Why?)


Edukasi Investasi, Mahasiswa UPN Veteran Pelajari Operasional dan Praktik Keberlanjutan Astra Agro
Sumber Eknomi

Wednesday, May 13, 2026

Industri Pangan Nasional Didorong Perluas Akses Pasar Global

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri makanan dan minuman nasional terus didorong memperluas akses pasar internasional di tengah persaingan global yang kian ketat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan pameran bisnis pangan internasional SIAL Interfood 2026 yang akan digelar pada 4-6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran business-to-business (B2B) itu diharapkan menjadi ruang penguatan jejaring perdagangan pangan internasional sekaligus mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan pembeli potensial dari berbagai negara. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian dan diselenggarakan Seven Event bersama Comexposium.

SIAL Interfood merupakan bagian dari jaringan global SIAL Network yang dikenal sebagai salah satu barometer inovasi pangan dunia sejak 1964. Secara global, jaringan tersebut mencatatkan partisipasi sekitar 17 ribu peserta pameran dan lebih dari 700 ribu pengunjung profesional dari 205 negara melalui berbagai ajang di sejumlah kawasan dunia.

Indonesia mulai menjadi bagian dari jaringan SIAL sejak 2015 dengan menyasar potensi pasar Asia Tenggara. Pada penyelenggaraan perdananya, SIAL Interfood diikuti lebih dari 800 perusahaan dari 22 negara. Tahun ini, pameran kembali digelar di area hall B dan C JIExpo Kemayoran.

CEO Food and Beverage Division of Comexposium, Rodolphe Lameyse, mengatakan penguatan kualitas pertemuan bisnis menjadi fokus utama penyelenggaraan tahun ini. Menurut dia, SIAL terus mempertegas perannya sebagai platform perdagangan nyata bagi industri makanan dunia dengan menghadirkan pengunjung yang lebih profesional dan memperkuat posisi acara di pasar global.

"Peserta SIAL Interfood 2026 disebut berasal dari lebih dari 25 negara, mencakup kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga Tiongkok. Berbagai sektor yang akan ditampilkan meliputi makanan beku, industri kopi dan teh, hingga teknologi pengolahan pangan," ujar Rodolphe.

Selain pameran produk dan teknologi, ajang tersebut juga menghadirkan sejumlah program seperti SIAL Innovation, International Cooking Competition, Barista Championship, seminar industri, hingga business matching. Program-program itu diarahkan untuk memperkuat inovasi sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis secara lebih efektif.

Presiden Direktur Seven Event, Andy Wismarsyah, mengatakan efektivitas pertemuan bisnis menjadi inti dari penyelenggaraan SIAL Interfood di Indonesia. Menurut dia, penyediaan fasilitas dan area pameran yang komprehensif diharapkan mampu menciptakan kolaborasi nyata bagi pengembangan industri makanan dan minuman nasional.

"Melalui penyelenggaraan ini, industri pangan nasional diharapkan semakin kompetitif di pasar global, sekaligus membuka ruang pertukaran teknologi dan pengetahuan antar pelaku industri dari berbagai negara," ujar Andy

Adblock test (Why?)


Industri Pangan Nasional Didorong Perluas Akses Pasar Global
Sumber Eknomi