Pages

Friday, July 3, 2026

Pelita Air Gandeng Patra Hotels, Bidik Lonjakan Wisatawan Domestik

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelita Air dan Patra Hotels & Resorts memperkuat kolaborasi untuk memanfaatkan momentum libur sekolah di tengah tantangan industri pariwisata. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong perjalanan wisata domestik sekaligus meningkatkan tingkat hunian hotel.

Direktur Hospitality & Multi Services Patra Jasa Rizky Mahesa Dwiyana mengatakan, tren kunjungan wisatawan pada tahun ini lebih menantang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan masih melihat peluang dari segmen keluarga dan wisatawan individu selama musim liburan sekolah.

“Tren kunjungan wisatawan tahun ini memang lebih menantang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kami tetap optimistis terhadap potensi pasar, khususnya dari segmen keluarga dan wisatawan individu yang memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata,” ujar Rizky dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Rizky menjelaskan, industri pariwisata menghadapi tantangan akibat dinamika geopolitik, efisiensi di berbagai sektor, serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Namun, momentum libur sekolah dinilai masih dapat menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata domestik.

Menurut Rizky, sejumlah destinasi seperti Bali, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, dan Anyer masih menjadi pilihan utama wisatawan keluarga. Kemudahan akses transportasi udara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih tujuan perjalanan.

“Sejalan dengan hal tersebut, Patra Hotels & Resorts terus memperkuat kesiapan layanan di berbagai unit hotel yang tersebar di kota-kota strategis tersebut,” ujar Rizky.

Patra Hotels juga mencatat tren reservasi yang meningkat menjelang puncak libur sekolah. Rizky mengatakan, perusahaan memperkirakan pemesanan kamar akan terus bertambah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan berbagai program kerja sama dengan mitra.

Untuk menarik wisatawan, Patra Hotels menyiapkan sejumlah aktivitas ramah keluarga, seperti kelas memasak, dekorasi cupcake dan donat, lomba mewarnai, hingga permainan air di jaringan hotelnya.

Rizky menilai, konektivitas transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

“Kehadiran Pelita Air dengan jaringan rute yang terus berkembang memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk terhadap okupansi hotel. Sinergi antara sektor transportasi udara dan perhotelan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang saling mendukung dan berkelanjutan,” kata Rizky.

Melalui program PASPlus, pelanggan Pelita Air dapat memperoleh berbagai keuntungan saat menginap di jaringan Patra Hotels & Resorts dengan menunjukkan boarding pass yang masih berlaku. Program tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang melakukan perjalanan selama musim liburan.

Adblock test (Why?)


Pelita Air Gandeng Patra Hotels, Bidik Lonjakan Wisatawan Domestik
Sumber Eknomi

Thursday, July 2, 2026

Menjajal VinFast VF MPV 7 di Jalan Jakarta, Begini Rasanya

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Israr Itah, jurnalis Republika.

Katanya seeing is believing. Namun bagi wartawan otomotif, kata seeing wajib diganti menjadi driving. Tidak mungkin merasakan sensasi suatu kendaraan dan menceritakannya jika tak mencobanya langsung.

Tengah pekan ini, saya mendapatkan kesempatan untuk menjajal VinFast VF MPV 7. Jujur, saya sedikit menurunkan ekspektasi karena  menduga suspensi mobil ini keras dan kurang menyenangkan melewati jalanan jelek dan polisi tidur berdasarkan pengalaman saya menjadi penumpang taksi Limo Green.

Namun ternyata, persepsi saya keliru saat mengikuti ajang Media Test Drive yang digelar VinFast. Rombongan wartawan start dari Dealer VinFast Depok, Jawa Barat menuju Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, singgah di Pos Bloc, dan berakhir di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Jujur, saya tak bisa mengikuti kegiatan ini sejak rute awal. Namun, separuh perjalanan yang saya ikuti sudah cukup mengubah persepsi saya terhadap mobil ini.

Duduk di depan kemudi VF MPV 7 ini sungguh enak. Kontur kulitnya dan busanya terasa tebal dan pas untuk glutes saya. Jok empuk ini tak cuma untuk driver, melainkan ke semua tempat duduk hingga ke row ketiga. Akses keluar masuk jok baris ketiga sangat mudah berkat fitur one touch tumble.

Posisi mengemudi VF MPV 7 ergonomis. Pandangan ke depan sangat baik. Visibilitas samping dan belakang juga oke.

Saya kebagian mengemudi di jalanan kota Jakarta. Tak perlu lama, saya putuskan untuk langsung melibas rumble strips, jalan bergelombang, dan tutup selokan yang tak rata jalan. Ternyata, VF MPV 7 ini mampu meredamnya dengan baik. 

"Rasa terbaik dari suspensi ini adalah saat mobil diisi penuh tujuh penumpang," kata Sales Training Manager VinFast Indonesia Ahmad Fahrudin yang ikut dalam rombongan media test drive. 

VF MPV 7 menggunakan suspensi belakang multi-link, fitur yang umumnya hanya ditemukan pada kendaraan di segmen sejenis dengan harga yang lebih tinggi.

Saya tak dalam rombongan ketika saat mobil ini melewati rute jalan tol. Namun, mendengar penjelasan beberapa rekan media, mobil ini menawarkan kenyamanan serupa. Bantingan suspensi cukup memanjakan penumpang.

"Ada rasa sedikit limbung saat menyetir di kecepatan tinggi, tapi secara keseluruhan mobil ini enak," kata seorang rekan saat saya tanyakan feeling mengemudikan VF MPV 7 di jalan tol.

Adblock test (Why?)


Menjajal VinFast VF MPV 7 di Jalan Jakarta, Begini Rasanya
Sumber Eknomi