Pages

Thursday, April 30, 2026

Bukan Soal Fundamental, Ini Biang Kerok IHSG Melemah

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di bawah level 7.000 di tengah tekanan sentimen global yang belum mereda. Ketidakpastian geopolitik membuat investor cenderung berhati-hati terhadap pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Direktur Big Data Indef Eko Listiyanto mengatakan, tekanan terhadap IHSG tidak lepas dari dinamika global yang masih bergejolak. Kondisi ini dinilai membuat pelaku pasar menahan ekspansi dan mengalihkan risiko.

“Ini berkaitan dengan dampak globalnya yang belum menemukan titik dingin dari situasi geopolitik,” ujar Eko dalam diskusi bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Selain itu, Eko menambahkan keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC turut memicu ketidakpastian baru di pasar energi global. Perubahan ini dinilai berdampak pada persepsi risiko investor terhadap ekonomi global dan domestik.

“UEA kemarin keluar dari OPEC dan itu pasti akan membuat dinamika baru di dalam konteks geopolitik ataupun juga harga energi,” ucap dia.

Eko menilai pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen negatif yang melampaui kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Karena itu, ia menegaskan respons tidak cukup hanya dengan narasi optimistis.

“Kalau kemudian sentimen dilawan dengan sentimen, menurut saya itu enggak tepat,” ungkap Eko.

Menurut dia, langkah yang lebih efektif adalah menunjukkan kekuatan fundamental ekonomi melalui kebijakan yang konkret dan terukur. Ia menilai upaya pemerintah seperti penguatan ketahanan energi sudah mengarah ke sana, meski membutuhkan konsistensi.

“Cara terbaik untuk melawan sentimen di tengah situasi seperti ini itu bukan dengan sentimen positifnya tetapi dengan fakta, dengan fundamentalnya ditunjukkan,” lanjut dia.

Eko juga menyoroti pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional. Ia menilai implementasi yang tidak optimal justru dapat memperburuk sentimen pasar. “Kalau tidak dijalankan dengan baik, maka secara tidak langsung itu menjadi beban sentimen, menambah sentimen negatif,” ucapnya.

Menurut Eko, perbaikan tata kelola kebijakan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi.

Ia meyakini, dengan implementasi yang lebih baik, kondisi undervalued pada rupiah dan IHSG dapat berangsur pulih. “Cara memperbaikinya ya perbaiki program-program besar secara tepat,” kata Eko.

Adblock test (Why?)


Bukan Soal Fundamental, Ini Biang Kerok IHSG Melemah
Sumber Eknomi

UMKM RI Raih Kontrak Rp54,5 Miliar di Pameran Singapura

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan (kanan) saat mengunjungi paviliun Indonesia di ajang FHA Asia 2026. UMKM RI meraih kontrak sebesar Rp54,5 Miliar dalam pameran tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Paviliun Indonesia di ajang Food and Hospitality (FHA) Asia 2026 Singapura mencatat kontrak ekspor Rp54,5 miliar di tengah ketidakpastian perdagangan global. Partisipasi ini sekaligus membuka akses UMKM ke rantai pasok makanan dan minuman regional.

KBRI Singapura bersama Kementerian Perdagangan, didukung Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, membawa 40 pelaku UMKM dalam pameran tersebut yang digelar di Singapore Expo, 21–24 April 2026.

Selama empat hari, Paviliun Indonesia dikunjungi 6.012 pengunjung dan menghasilkan 14 kontrak ekspor senilai 3,17 juta dolar AS atau sekitar Rp54,5 miliar. Produk yang dipasarkan mencakup madu, bumbu organik, produk pertanian, hingga makanan dan minuman olahan.

Selain kontrak tersebut, terdapat potensi transaksi lanjutan senilai 10,3 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar. Produk yang diminati meliputi mi instan sehat, snack organik, produk perikanan, susu, hingga rempah.

Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, dukungan pemerintah diperlukan agar UMKM mampu masuk pasar global di tengah dinamika perdagangan. Ia menilai promosi, pembinaan, dan pembiayaan harus berjalan seiring untuk memperkuat daya saing.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Indonesia di FHA menjadi jalur strategis memperluas pasar. “Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global,” ujar Fajarini dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2026).

Fajarini menambahkan sektor makanan dan minuman menjadi penopang ekspor nasional dengan pertumbuhan 23,35 persen pada 2025. Ekspor ke Singapura juga tumbuh 23,21 persen pada periode yang sama.

Kemendag mendorong sinergi lanjutan dengan Bank Indonesia, Himbara, dan sektor lainnya untuk memperkuat promosi ekspor. Upaya ini ditujukan agar UMKM dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global.

Advertisement

Adblock test (Why?)


UMKM RI Raih Kontrak Rp54,5 Miliar di Pameran Singapura
Sumber Eknomi