Pages

Saturday, April 18, 2026

Mitos dan Takhayul Seputar Trading

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, Di dunia trading keuangan yang mudah berubah, perasaan nyaman adalah aset yang langka. Untuk menumbuhkan stabilitas dan fokus, banyak trader beralih ke praktik-praktik penenangan pikiran seperti meditasi. Namun, ada pula yang percaya dengan mitos-mitos yang mengarah ke takhayul.

Di bidang keuangan, mungkin takhayul paling terkenal adalah milik George Soros. Putranya, Robert, pernah mengungkapkan sinyal trading paling aneh dari ayahnya bukanlah grafik, melainkan punggungnya. Jika Soros merasakan nyeri punggung bawah yang akut atau kejang otot, ia menafsirkannya sebagai manifestasi fisik bahwa ada yang salah dengan portofolionya.

Ada lagi beberapa mitos atau takhayul seputar trading, broker Elev8 dalam siaran persnya, Ahad (19/4/2026) mengungkapkan hal tersebut sebagai berikut:

Tanda-tanda dari kosmos

Banyak investor melihat siklus bulan, horoskop, atau pertanda langit untuk memandu keputusan keuangan. Sebagian investor percaya bulan purnama memicu volatilitas yang lebih tinggi, sementara bulan baru menyajikan kesempatan membeli yang lebih baik.

Satu makalah terkenal, “Apakah Investor Terpengaruh Bulan? Fase Bulan dan Imbal Hasil Saham” oleh Yuan, Zheng, dan Zhu, meneliti data dari berbagai negara. Studi itu menemukan imbal hasil saham cenderung lebih rendah pada hari-hari di sekitar bulan purnama. Perbedaannya kecil, antara tiga persen dan lima persen per tahun, tetapi secara statistik signifikan dalam periode yang dikaji.

Lalu, ada astrologi keuangan. Beberapa trader yakin ketika Merkurius bergerak mundur, trading akan gagal dan mereka harus menghindari trading sama sekali. Sementara yang lain melihat lebih jauh ke lontaran surya. Beberapa penelitian menunjukkan ada korelasi antara badai geomagnetik dan volatilitas pasar, yang menyatakan aktivitas matahari memengaruhi sistem saraf pusat manusia dan meningkatkan kecemasan investor.

Namun, saat berurusan dengan astrologi, bukti ilmiah jauh lebih lemah. Sebagian besar ulasan mengenai pengaruh zodiak pada indeks seperti S&P 500 menyimpulkan hasilnya tidak meyakinkan dan tidak cukup untuk memandu keputusan di dunia nyata.

Tanda-tanda dan kebiasaan

Selain tanda-tanda dari langit, trader memiliki berbagai kebiasaan khas lainnya. Studi telah menunjukkan sebagian trader mengurangi volume atau mengambil posisi yang lebih kecil pada Jumat tanggal 13, hanya untuk menghindari nasib buruk, meskipun tidak ada hubungan logis antara tanggal dan pendapatan perusahaan.

Di beberapa pasar Asia, trader menghindari angka yang terdengar seperti kematian (seperti empat) dan condong ke angka yang menunjukkan kemakmuran (seperti delapan), sebuah preferensi yang dapat memengaruhi harga order.

Sleain itu, dalam komunitas trading harian, psikologi warna sangat penting. Sebagian trader percaya memakai merah membawa energi bullish, sementara sebagian lain menghindarinya karena merah identik dengan kerugian.

Paul Tudor Jones, seorang trader terkenal karena memprediksi kehancuran pasar tahun 1987, dikenal sangat percaya pada takhayul mengenai pakaiannya. Konon, ia mengenakan sepasang sepatu kets hitam keberuntungan tertentu saat kehancuran pasar terjadi untuk mempertahankan keunggulan psikologis sementara pasar global runtuh.

Adblock test (Why?)


Mitos dan Takhayul Seputar Trading
Sumber Eknomi

Pemerintah dan Industri Dorong Konsumsi Ikan Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

President Director Regal Springs Indonesia Rudolf Hoeffelman (kiri) dan Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana (tengah) dalam kegiatan Fish for Fit yang mengampanyekan pentingnya konsumsi ikan untuk peningkatan gizi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Konsumsi ikan nasional terus menunjukkan tren peningkatan, namun dinilai masih perlu didorong untuk memperkuat kualitas gizi masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci dalam memperluas kampanye konsumsi protein berkualitas.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 26,04 kilogram per kapita per tahun pada 2025. Angka ini mencerminkan tren positif, tetapi masih memiliki ruang peningkatan guna mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.

Dalam upaya tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha mulai diperluas melalui berbagai pendekatan. Salah satunya melalui kegiatan Fish for Fit yang menggabungkan edukasi konsumsi ikan dengan aktivitas olahraga berbasis komunitas.

President Director Regal Springs Indonesia Rudolf Hoeffelman mengatakan, keterlibatan industri menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye konsumsi ikan. “Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, kami melihat peluang untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan secara berkelanjutan,” ujar Rudolf, Sabtu (18/4/2026).

Ia menambahkan, pendekatan berbasis gaya hidup efektif menjangkau masyarakat. “Kegiatan bersama komunitas olahraga seperti hybrid race competition ini menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi pangan bernutrisi, khususnya ikan, yang diimbangi dengan olahraga secara rutin,” lanjutnya.

Dari sisi nutrisi, ikan dinilai sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Dalam 100 gram sajian, ikan tilapia mengandung sekitar 20 gram protein yang berperan dalam pembentukan antibodi, pemulihan otot, serta mendukung peningkatan imunitas tubuh. Kandungan tersebut setara dengan sekitar 30 hingga 35 persen kebutuhan protein harian orang dewasa.

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan kampanye. “Kami mengapresiasi Regal Springs Indonesia atas dukungannya di event ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kampanye konsumsi ikan, menjadi saran promosi yang efektif sekaligus memperluas akses pasar, khususnya pada segmen premium,” ungkap Erwin.

Kegiatan Fish for Fit dikemas dalam bentuk kompetisi kebugaran berbasis hybrid race yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan kerja sama tim. Selain kompetisi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi gizi serta promosi produk perikanan yang menyasar masyarakat urban.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Pemerintah dan Industri Dorong Konsumsi Ikan Nasional
Sumber Eknomi