Pages

Wednesday, July 1, 2026

Industri Polimer Didorong Kurangi Ketergantungan Impor Lewat Ajang Inovasi Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Polymer Award (IPA) 2026 diluncurkan untuk mendorong lahirnya inovasi material polimer yang mampu mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Ajang tersebut juga diharapkan mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat diterapkan di sektor manufaktur nasional.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie mengatakan, inovasi material menjadi kebutuhan penting di tengah kenaikan biaya bahan baku dan dinamika rantai pasok global yang memengaruhi daya saing industri.

“Industri polimer memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga kemasan. Di tengah tantangan global terkait biaya bahan baku dan keberlanjutan, inovasi material menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia. Melalui Indonesia Polymer Award 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi antara dunia riset dan industri agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri nasional,” kata Meysia dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Indonesia Polymer Award 2026 diselenggarakan Himpunan Polimer Indonesia (HPI) bersama Pamerindo Indonesia sebagai rangkaian pameran Plastic Material & Chemical Indonesia dan Plastics & Rubber Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Ajang tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, industri, startup, dan regulator untuk mendorong penerapan inovasi polimer yang mendukung efisiensi industri, ekonomi sirkular, serta penguatan ekosistem manufaktur nasional.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI bertajuk Krisis Plastik Nasional di Tengah Shock Global yang terbit pada April 2026, harga sejumlah resin utama mengalami kenaikan sepanjang tahun ini. Harga polypropylene (PP) naik 23,8 persen, polyethylene (PE) meningkat 16,3 persen, dan polyvinyl chloride (PVC) bertambah 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik Indonesia mencapai 1,65 juta ton dengan nilai sekitar Rp44,11 triliun pada kuartal I 2026. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya pengembangan inovasi material lokal dan peningkatan kapasitas daur ulang untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri.

Ketua Himpunan Polimer Indonesia Chalid mengatakan, inovasi polimer kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri, bukan sekadar agenda penelitian.

“Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia, kapasitas riset, dan pengalaman industri dalam bidang polimer. Tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi agar hasil inovasi dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi industri. Kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi, ekonomi sirkular, dan kemandirian industri nasional,” ujar Chalid.

Selain ajang penghargaan, IPA 2026 juga akan menghadirkan webinar dan roadshow sebagai ruang kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, peneliti, dan regulator untuk membahas pengembangan material berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan transformasi teknologi polimer.

Penilaian dilakukan oleh panel yang terdiri atas pakar polimer, praktisi industri, regulator, dan pakar keberlanjutan dengan mempertimbangkan aspek implementasi teknologi, efisiensi sumber daya, serta kontribusi terhadap keberlanjutan. Malam penganugerahan Indonesia Polymer Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026.

Adblock test (Why?)


Industri Polimer Didorong Kurangi Ketergantungan Impor Lewat Ajang Inovasi Nasional
Sumber Eknomi

Tuesday, June 30, 2026

Permintaan Emas Tinggi, Galeri 24 Gencar Ekspansi

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Peresmian Galeri 24 di Bekasi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingginya permintaan terhadap produk emas mendorong dunia usaha memperluas jaringan ritel di berbagai daerah. Penambahan gerai juga dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan jual beli emas dan perhiasan.

PT Pegadaian melalui anak usahanya, Galeri 24, meresmikan Galeri 24 J-Store di kawasan Summarecon Bekasi, Jawa Barat. Direktur Galeri 24, Endah Susiani, mengatakan, gerai tersebut menjadi toko ke-15 yang dioperasikan perusahaan.

“Galeri 24 hadir untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Bekasi. Harapan kami, masyarakat lebih mudah mendapatkan emas dengan produk yang kami miliki,” ujar Endah dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Endah menjelaskan, gerai tersebut menyediakan berbagai layanan, mulai dari jual beli emas, konsinyasi, perbaikan perhiasan, hingga layanan buyback. Perusahaan juga melayani pembelian kembali emas rusak, emas tanpa kuitansi, maupun emas lama yang tidak dibeli dari Galeri 24.

Selain itu, Galeri 24 menyediakan emas batangan, perhiasan, serta layanan pembuatan emas sesuai kebutuhan pelanggan.

Menurut Endah, Galeri 24 juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang.

“Emas ini safe haven. Jadi membeli emas tidak perlu was-was, siapa pun bisa membeli,” katanya.

Endah menambahkan, perusahaan berencana membuka gerai ke-16 di Gajah Mada, Jember, dan gerai ke-17 di Antasari, Lampung, hingga akhir tahun.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Permintaan Emas Tinggi, Galeri 24 Gencar Ekspansi
Sumber Eknomi