Pages

Sunday, June 14, 2026

MTI: Manfaat Subsidi akan Lebih Luas Jika Masuk ke Transportasi Umum

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan agar pemerintah mulai mengalihkan sebagian subsidi BBM ke pengembangan transportasi publik. Menurut MTI, manfaat anggaran akan dirasakan lebih luas jika digunakan untuk memperbaiki layanan transportasi umum dibandingkan menopang konsumsi bahan bakar.

Dewan Penasihat MTI Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, besaran subsidi BBM terus berfluktuasi setiap tahun dan menjadi salah satu komponen belanja energi yang cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu berfluktuasi setiap tahunnya," ujar Djoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Djoko, besarnya subsidi energi dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tingkat konsumsi masyarakat. Realisasi subsidi BBM tercatat mencapai Rp551,2 triliun pada 2022, kemudian turun menjadi Rp375 triliun pada 2023 dan Rp113,3 triliun pada 2024. Namun, nilainya kembali meningkat menjadi Rp394,3 triliun pada 2025 dan ditetapkan sebesar Rp210,1 triliun pada 2026.

Djoko mengungkapkan, sektor transportasi menyerap sekitar 40 persen konsumsi BBM nasional. Namun, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebanyak 93 persen BBM bersubsidi justru dinikmati pemilik kendaraan pribadi roda dua dan roda empat.

"Sementara itu, sisanya hanya dinikmati oleh transportasi barang sebesar empat persen dan transportasi umum penumpang sebesar tiga persen," kata Djoko.

Karena itu, MTI mendorong pemerintah mempercepat pembangunan dan pembenahan transportasi umum di berbagai daerah. Menurut Djoko, sistem transportasi publik yang baik menjadi salah satu indikator penting negara maju dan perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk mendukung target Indonesia Emas 2045.

"Oleh karena itu, program khusus untuk percepatan pembenahan transportasi umum di daerah harus diimplementasikan sejak sekarang," ujarnya.

Djoko menilai perkembangan transportasi umum di daerah masih terbatas. Dari 514 pemerintah daerah di Indonesia, baru sekitar 45 daerah atau sembilan persen yang mulai mengembangkan layanan transportasi publik modern.

"Tragisnya lagi, dari jumlah yang sedikit itu, baru sebagian kecil yang mandiri. Saat ini, tinggal dua pemda yang pengoperasiannya masih bergantung pada dana APBN, yaitu Kota Balikpapan melalui Balikpapan City Trans dan Kota Manado dengan Trans Manado," katanya.

Menurut Djoko, sebagian anggaran yang selama ini digunakan untuk subsidi kendaraan listrik juga dapat diarahkan untuk membantu pemerintah daerah membangun transportasi publik. Jika insentif kendaraan listrik tetap diberikan, sasarannya dinilai perlu diprioritaskan untuk wilayah kepulauan serta kawasan tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) yang menghadapi keterbatasan pasokan BBM.

"Subsidi ini sebaiknya diprioritaskan bagi masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan 3TP yang menghadapi kendala geografis dalam pasokan BBM," ujarnya.

Djoko mencontohkan penggunaan kendaraan listrik di Kabupaten Asmat yang dinilai mampu membantu mobilitas masyarakat di tengah keterbatasan akses energi. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebijakan subsidi dapat dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Selain meningkatkan mobilitas, transportasi publik dinilai dapat membantu menekan biaya hidup masyarakat. Pemerintah bahkan memiliki ruang untuk memberikan tarif murah atau gratis bagi kelompok tertentu seperti pelajar, mahasiswa, buruh, guru, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Selain juga mampu menciptakan efisiensi fiskal dan anggaran negara, sistem transportasi yang baik juga berfungsi sebagai mitigasi risiko sosial serta memberikan dampak positif bagi perbaikan lingkungan dan tata ruang kota," kata Djoko.

Adblock test (Why?)


MTI: Manfaat Subsidi akan Lebih Luas Jika Masuk ke Transportasi Umum
Sumber Eknomi

Bank Mandiri Gelar Program 'Mandiri Sahabat Desa' di 28 Desa Sepanjang Rute Mandiri Jogja Marathon

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Bank Mandiri terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui program Mandiri Sahabat Desa sebagai bagian dari rangkaian Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-28 yang mengusung semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi negeri.

Lewat inisiatif ini, Bank Mandiri menegaskan perannya yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan sosial.

Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, sebagai bagian dari semangat 'Melangkah Bersama, Membangun Jogja', program Mandiri Sahabat Desa dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua Juni 2026 dengan menjangkau 28 desa yang berada di sepanjang rute Mandiri Jogja Marathon 2026.

Melalui serangkaian kegiatan yang terintegrasi, program ini berupaya menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat sekaligus memperkuat dampak keberlanjutan yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga desa.

“Mandiri Sahabat Desa merupakan implementasi nyata komitmen perseroan dalam menghadirkan akselerasi yang bertumbuh dan keunggulan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Ahad (14/6/2026).

Melalui Mandiri Sahabat Desa, bank bersandi saham BMRI ini ingin memastikan bahwa kehadiran Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga bertaraf internasional, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Yogyakarta. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif.

Salah satu fokus utama program ini adalah penguatan infrastruktur dasar desa melalui kegiatan Perbaikan Jalan di 28 desa yang dilalui rute MJM 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan daya tarik keindahan desa.

Selain itu, Bank Mandiri juga membangun 28 batas desa yang bertujuan memperkuat identitas administratif wilayah, mendukung tertib tata kelola desa, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan dalam mengenali batas kawasan.

Bank Mandiri juga menggelar Aksi Bersih Desa yang melibatkan masyarakat di seluruh desa peserta program. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata agar selalu bersih, aman, dan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui aksi tersebut, Bank Mandiri ingin berkontribusi pada penguatan kesadaran kolektif dan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi salah satu aset penting Yogyakarta sebagai destinasi wisata alam dan budaya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, Bank Mandiri turut menyalurkan 2.800 paket sembako kepada kelompok masyarakat pra-sejahtera. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam pelaksanaan program ini.

Tak hanya itu, bank berlogo pita emas ini juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan. Melalui kegiatan tersebut, mereka diberikan akses yang lebih luas kepada peluang pemasaran, transaksi digital, dan penguatan kapasitas usaha sehingga pelaku UMKM dapat semakin berkembang dan berdaya saing.

“Pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dari strategi Bank Mandiri dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Kami terus mendorong perluasan akses ekonomi digital melalui sinergi ekosistem layanan Mandiri agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” kata Adhika.

MJM 2026 akan berlangsung pada Ahad (21/6/2026) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Mengusung tema “More Than a Race”, ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dampak sosial, dan perjalanan menyusuri keindahan Yogyakarta dalam satu rangkaian aktivitas yang terintegrasi.

“Melalui Mandiri Jogja Marathon 2026 dan program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pembangunan yang inklusif, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menghadirkan keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi generasi kini dan mendatang. Bank Mandiri akan terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan serta mendukung kemajuan Indonesia yang semakin mandiri,” kata Adhika.

Adblock test (Why?)


Bank Mandiri Gelar Program 'Mandiri Sahabat Desa' di 28 Desa Sepanjang Rute Mandiri Jogja Marathon
Sumber Eknomi