Pages

Wednesday, July 22, 2026

Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Proyek PSEL

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Rabu 22 Jul 2026 15:26 WIB

Pembentukan Lenders Panel diharapkan mempercepat investasi.

Gedung Danantara.

Foto: Republika/Thoudy Badai

Gedung Danantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), membuka pendaftaran bagi lembaga pembiayaan untuk bergabung dalam Lenders Panel proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah tersebut dilakukan seiring upaya Indonesia mempercepat investasi pada infrastruktur pengelolaan sampah berkelanjutan di berbagai kota dan/atau kabupaten.

Lenders Panel dibentuk untuk menciptakan kelompok calon pemberi pinjaman dan mitra pembiayaan yang beragam guna mendukung pipeline proyek PSEL di seluruh Indonesia. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) telah ditunjuk sebagai financial advisor untuk mengoordinasikan proses pendaftaran dan pengumpulan informasi dari calon lenders atas nama DIM/Denera.

Melalui Lenders Panel tersebut, DIM/Denera bertujuan mengidentifikasi lembaga keuangan yang memiliki kapasitas finansial, pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur, serta minat strategis untuk mendukung program PSEL. Para calon lenders akan diminta menyampaikan minat pembiayaan, baik pada tingkat portofolio maupun proyek individual. Informasi tersebut akan membantu DIM/Denera mengukur potensi kapasitas pembiayaan serta mengeksplorasi struktur pendanaan yang sesuai, termasuk sumber utang, fasilitas non-tunai, dan berbagai solusi pembiayaan lainnya sebelum dimulainya proses pembiayaan formal.

Undangan ini terbuka bagi berbagai institusi pembiayaan, termasuk bank umum, bank Himbara, bank pembangunan daerah (BPD), lembaga pembiayaan pembangunan, institusi multilateral, export credit agencies, serta lembaga keuangan lainnya yang memiliki kemampuan menyediakan, mengatur, atau mendukung pembiayaan infrastruktur.

Chief Financial Officer Denera M Ramadhan Harahap (Idhan) mengatakan, pihaknya mengajak seluruh institusi keuangan yang memiliki minat dan pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur untuk berpartisipasi dalam Lenders Panel Denera.

“Inisiatif ini akan membuka peluang bagi para lenders untuk terlibat sejak awal dalam pengembangan pembiayaan proyek PSEL yang akan menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Idhan dalam siaran pers, Rabu (22/7/2026).

Institusi yang berpartisipasi dipersilakan menyatakan minatnya dalam menyediakan atau mengatur berbagai instrumen pembiayaan, termasuk senior loan, junior loan dan subordinated loan, instrumen ekuitas atau berbasis ekuitas, bridging loan, equity bridging facility, bank garansi, standby letter of credit, performance bond, trade finance, struktur mezzanine atau hybrid, sustainability-linked financing, pembiayaan yang didukung export credit agency (ECA) atau multilateral development bank (MDB), serta solusi pembiayaan lain yang relevan untuk pengembangan dan implementasi pipeline proyek PSEL di Indonesia.

“Institusi yang berminat dapat menyampaikan ketertarikannya melalui surat elektronik resmi di lenderspanel.danantara@iif.co.id. IIF akan mendampingi calon peserta dalam proses pendaftaran, termasuk penyampaian informasi yang diperlukan dan pelaksanaan ketentuan kerahasiaan yang berlaku. Masa pendaftaran dibuka hingga 28 Juli 2026,” katanya. 

Idhan menjelaskan, pengumuman ini untuk mengundang penyampaian minat (expression of interest) dalam partisipasi pada Lenders Panel. Tujuannya adalah memfasilitasi keterlibatan pasar dan mengumpulkan informasi indikatif mengenai kemampuan serta minat pembiayaan dari calon peserta. Keikutsertaan dalam proses ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan sebagai penawaran, komitmen, perjanjian, maupun kewajiban bagi DIM/Denera untuk menjalin pengaturan pembiayaan apa pun, menunjuk institusi pembiayaan tertentu, atau melanjutkan suatu transaksi.

DIM/Denera, kata dia, berhak atas kebijakan dan pertimbangannya sendiri, mengubah, menunda, menghentikan, atau membatalkan proses ini, merevisi jadwal, meminta informasi tambahan, menerima atau menolak setiap pengajuan, serta menentukan komposisi Lenders Panel tanpa menimbulkan kewajiban apa pun kepada institusi yang berpartisipasi. Setiap institusi peserta bertanggung jawab atas biaya dan pengeluaran yang timbul sehubungan dengan partisipasinya dalam proses ini. 

“DIM/Denera tidak bertanggung jawab atas biaya, kerugian, atau pengeluaran apa pun yang mungkin timbul akibat partisipasi tersebut. Seluruh informasi yang diberikan selama proses ini akan diperlakukan sebagai informasi rahasia dan dikelola sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) yang berlaku.”

Adblock test (Why?)


Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Proyek PSEL
Sumber Eknomi

Tuesday, July 21, 2026

KAI: Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Gunakan Stasiun Regional Jawa dan Sumatera

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan wisatawan mancanegara menggunakan kereta api mulai menyebar ke berbagai stasiun regional di Jawa dan Sumatera. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sekitar sepertiga wisatawan asing pengguna kereta api jarak jauh pada semester I 2026 memulai perjalanan dari stasiun di luar 10 stasiun dengan volume penumpang tertinggi.

Data KAI menunjukkan sebanyak 106.474 wisatawan mancanegara atau 34,47 persen dari total 308.874 pelanggan berangkat dari 222 stasiun regional selama Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menyumbang hampir dua pertiga dari pertumbuhan pelanggan wisatawan mancanegara selama setahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perubahan pola tersebut menunjukkan wisatawan asing mulai menjadikan lebih banyak kota sebagai titik awal perjalanan.

"Wisatawan mulai menggunakan lebih banyak stasiun sebagai titik awal perjalanan. Pola ini membuka ruang bagi kota-kota regional untuk memperkenalkan kekuatan budaya, kuliner, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakatnya," ujar Anne.

Menurut Anne, perkembangan tersebut berlangsung seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan atau naik 5,83 persen dibandingkan Mei tahun lalu. Sementara itu, UN Tourism memperkirakan perjalanan wisata internasional tumbuh sekitar 3-4 persen sepanjang 2026.

Di internal KAI, sebanyak 11 dari 13 wilayah operasi mencatat peningkatan jumlah pelanggan wisatawan mancanegara pada semester I 2026. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Divisi Regional IV Tanjungkarang sebesar 12,76 persen, disusul Daerah Operasi 4 Semarang sebesar 12,38 persen, Daerah Operasi 5 Purwokerto 11,46 persen, dan Daerah Operasi 8 Surabaya 11,42 persen.

Pada tingkat stasiun, Purwokerto melayani 5.780 wisatawan mancanegara atau naik 20,54 persen dibandingkan semester I 2025. Tegal mencatat kenaikan 23,55 persen menjadi 2.980 pelanggan, sedangkan Kiaracondong meningkat 18,08 persen menjadi 2.018 pelanggan.

Beberapa stasiun dengan basis pelanggan lebih kecil juga mencatat pertumbuhan signifikan. Garut melayani 587 wisatawan mancanegara atau naik 41,79 persen. Purwakarta meningkat 56,20 persen menjadi 617 pelanggan, sedangkan Bogor Paledang hampir tiga kali lipat menjadi 1.262 pelanggan dari sebelumnya 420 pelanggan.

Anne menilai data tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan layanan pendukung, mulai dari transportasi lanjutan, informasi destinasi, hingga fasilitas publik yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

"Stasiun dapat menjadi pintu masuk menuju pengalaman lokal. Keterhubungan yang baik akan membantu wisatawan menjangkau destinasi sekaligus mempertemukan mereka dengan produk dan layanan masyarakat di daerah," kata Anne.

Adblock test (Why?)


KAI: Wisatawan Mancanegara Mulai Ramai Gunakan Stasiun Regional Jawa dan Sumatera
Sumber Eknomi