Pages

Thursday, July 30, 2026

Sailun Bidik Sektor Pertanian Lewat Teknologi Ban MAXAM

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Produsen ban Sailun membidik sektor pertanian dan industri di Indonesia melalui teknologi ban MAXAM yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional alat berat dan alat pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen ban Sailun membidik sektor pertanian dan industri di Indonesia melalui teknologi ban MAXAM yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional alat berat dan alat pertanian.

Teknologi tersebut diperkenalkan dalam ajang Indonesia International Agriculture Exhibition (INAGRITECH) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 28-30 Juli 2026. Melalui pameran tersebut, Sailun menampilkan berbagai produk ban MAXAM untuk aplikasi pertanian, konstruksi, dan kehutanan.

Director of Off-the-Road Tires Sailun Asia James mengatakan teknologi ban MAXAM dirancang untuk membantu pelanggan menekan total cost of ownership (TCO) melalui peningkatan daya tahan ban, usia pakai yang lebih panjang, pengurangan downtime alat, serta efisiensi operasional.

"The Groundbreaker Hub merepresentasikan komitmen kami dalam menghadirkan standar baru di industri ban, khususnya dalam hal performa, ketahanan aus, dan perlindungan tanah di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi ban MAXAM dapat meningkatkan produktivitas di lapangan, mengoptimalkan utilisasi alat, serta menekan total cost of ownership," ujar James.

Menurut dia, teknologi tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan operasional sektor pertanian, konstruksi, dan kehutanan di Indonesia yang membutuhkan peralatan dengan tingkat keandalan tinggi. Selain meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan ban yang lebih tahan lama juga dinilai dapat membantu menekan biaya operasional per jam kerja.

Dalam pameran tersebut, Sailun menampilkan sejumlah ban MAXAM untuk berbagai aplikasi, mulai dari traktor pertanian, wheel loader, motor grader, hingga peralatan pertanian lainnya.

Selain memamerkan produk, Sailun menghadirkan area digital yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi spesifikasi teknis, rekomendasi tekanan angin, hingga aplikasi penggunaan ban melalui kode QR. Perusahaan juga menyediakan instalasi traktor sebagai simulasi penggunaan ban MAXAM di lapangan.

Melalui partisipasi pada INAGRITECH 2026, Sailun berharap teknologi ban yang dikembangkannya dapat mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian nasional sekaligus memberikan solusi efisiensi bagi pelaku usaha di berbagai sektor.

Adblock test (Why?)


Sailun Bidik Sektor Pertanian Lewat Teknologi Ban MAXAM
Sumber Eknomi

Wednesday, July 29, 2026

PSEL Legok Nangka Dibangun, 2.131 Ton Sampah per Hari Akan Diolah Jadi Listrik

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat //groundbreaking// Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Legok Nangka, Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Timbunan 2.131 ton sampah yang setiap hari berasal dari enam kabupaten dan kota di Jawa Barat akan memasuki babak baru. Melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL Legok Nangka, sampah tersebut ditargetkan tidak lagi hanya berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi diolah menjadi listrik berkapasitas 40,79 megawatt sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

Pembangunan proyek di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPAS) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, dimulai pada Rabu, 29 Juli 2026 melalui prosesi groundbreaking yang dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung. Yuliot mengatakan pengelolaan sampah perkotaan secara menyeluruh merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Sebagaimana telah instruksikan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam banyak kesempatan untuk menyelesaikan persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh sebelum 2029 melalui skema hulu hilir dan dapat menjadikan sampah sebagai sumber energi (Waste to Energy)," ujar Yuliot saat groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Legok Nangka, Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Yuliot menyebut instruksi tersebut mendorong instansi terkait mencari solusi agar persoalan sampah perkotaan tidak berlarut, mengingat timbunan yang tidak tertangani berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti longsor dan kebakaran. Yuliot mengatakan groundbreaking ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan.

"PSEL Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang bisa diterapkan di berbagai daerah,"

Dengan kapasitas pembangkit yang signifikan dan dukungan pelaksanaan investasi, Yuliot optimistis proyek ini memberikan manfaat nyata melalui pengurangan volume sampah, penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, pengurangan emisi serta perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Yuliot menyebut proyek PSEL senilai 400 juta dolar AS atau sekitar Rp7,2 triliun dirancang berkapasitas 40,79 megawatt. 

"Selama 41 bulan masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap 1.565 tenaga kerja dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen," kata Yuliot.

Adblock test (Why?)


PSEL Legok Nangka Dibangun, 2.131 Ton Sampah per Hari Akan Diolah Jadi Listrik
Sumber Eknomi