Pages

Saturday, July 4, 2026

OJK Ingatkan Ancaman Deepfake Kian Canggih, Literasi Digital Jadi Benteng

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai literasi digital menjadi salah satu kunci untuk menghadapi meningkatnya ancaman penipuan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi deepfake. Kemampuan masyarakat mengenali modus kejahatan digital dinilai perlu terus diperkuat seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI Daniel Apriandi mengatakan, pelaku kejahatan siber kini semakin memanfaatkan AI untuk memanipulasi identitas digital sehingga penipuan menjadi lebih sulit dikenali.

“Rendahnya tingkat literasi digital masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku kejahatan,” kata Daniel.

Menurut Daniel, modus phishing dan social engineering terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut diperparah dengan penggunaan AI dan deepfake yang mampu meniru wajah, suara, hingga bahasa tubuh seseorang secara sangat meyakinkan.

Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deepfake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna,” ujarnya.

Daniel mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi maupun permintaan transaksi yang diterima melalui media digital.

OJK bersama Satgas PASTI, lanjut Daniel, terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan transaksi digital sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN Satryo Suryantoro mengatakan, penguatan literasi keamanan siber memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas,” kata Satryo.

Menurut Satryo, peningkatan kesadaran dan kecakapan digital menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan siber berbasis AI sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku penipuan.

Adblock test (Why?)


OJK Ingatkan Ancaman Deepfake Kian Canggih, Literasi Digital Jadi Benteng
Sumber Eknomi

PLN Permak PLTU, Siapkan Penggunaan Batu Bara Kalori Rendah

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mulai melakukan retrofit atau penyesuaian pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu menggunakan batu bara berkalori rendah. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat keandalan pasokan listrik sekaligus menyesuaikan pembangkit dengan perubahan komposisi produksi batu bara nasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program retrofit dimulai di PLTU Suralaya Unit 6 dan 7. Hasilnya, pembangkit yang sebelumnya membutuhkan batu bara berkalori menengah hingga tinggi kini dapat beroperasi menggunakan batu bara dengan kalori lebih rendah.

"PLTU Suralaya 6 dan 7 tadinya menggunakan batu bara dengan kalori menengah ke atas, sekarang bisa menggunakan batu bara low rank coal atau batu bara dengan kalori sekitar 4.100 sampai 4.300, yang sebelumnya 4.600 sampai 4.800," kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan kebutuhan retrofit muncul karena pasokan batu bara nasional mengalami perubahan. Produksi batu bara berkalori rendah terus meningkat, sedangkan produksi batu bara berkalori menengah hingga tinggi semakin berkurang.

Kondisi tersebut sempat memengaruhi keandalan sistem kelistrikan, terutama di Pulau Jawa. PLN kemudian memperkuat pasokan batu bara berkalori 4.500 ke atas bersama Kementerian ESDM sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang melalui penyesuaian spesifikasi pembangkit.

"Produksi batu bara yang dengan kalori 4.500 ke atas semakin hari semakin menipis. Sedangkan produksi batu bara dengan kalori rendah semakin hari semakin membesar," ujarnya.

Keberhasilan retrofit di PLTU Suralaya menjadi dasar bagi PLN untuk memperluas program serupa ke pembangkit lain. Perseroan telah memasukkan rencana tersebut ke dalam kajian kelayakan proyek, rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2026, serta rencana jangka panjang perusahaan.

Program itu akan diterapkan di pembangkit milik PLN Indonesia Power maupun PLN Nusantara Power. Tujuannya agar pembangkit lebih fleksibel memanfaatkan batu bara yang tersedia di dalam negeri tanpa mengurangi keandalan pasokan listrik.

"Nah, suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7, saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PT PLN (Persero). Keberhasilan ini kami scale up di seluruh pembangkit milik PLN," ucap Darmawan.

PLN menilai penyesuaian tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk menghadapi perubahan karakteristik produksi batu bara nasional. Perseroan juga terus memperkuat sistem kelistrikan melalui pengembangan pembangkit baru dan berbagai program peningkatan keandalan.

Langkah retrofit diharapkan mencegah persoalan serupa kembali terjadi pada masa mendatang. Upaya tersebut juga mendukung ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya batu bara domestik yang semakin melimpah.

Adblock test (Why?)


PLN Permak PLTU, Siapkan Penggunaan Batu Bara Kalori Rendah
Sumber Eknomi