Pages

Friday, March 13, 2026

Skenario Terburuk Perang, Airlangga Ungkap Defisit APBN Bisa Tembus 4 Persen

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan skenario terburuk dampak perang di kawasan Iran dan kawasan Teluk terhadap keuangan negara. Airlangga menyoroti khususnya defisit APBN yang dapat menyentuh angka 4,06 persen terhadap PDB.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Airlangga memaparkan tiga skenario jika perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat berlarut hingga enam bulan bahkan 10 bulan.

"Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah dunia) 115 dolar AS per barel, kurs rupiah kita Rp 17.500 per dolar AS, pertumbuhan 5,2 persen, (imbal hasil) surat berharga negara (SBN) 7,2 persen, defisitnya 4,06 persen," kata Airlangga kepada Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga melaporkan dua skenario lainnya yang relatif lebih moderat, tetapi defisit APBN juga diasumsikan melampaui angka 3 persen. Asumsinya, harga minyak mentah dunia mencapai 90 dolar AS per barel jika perang berlarut hingga lima bulan, kemudian 97 dolar AS per barel jika perang berlarut hingga enam bulan, dan 115 dolar AS per barel jika perang berlarut hingga 10 bulan.

"Nah, kalau kita masukkan terhadap APBN kita, Pak, yang sekarang. Ini skenarionya. Yang pertama, ICP-nya di 86 dolar AS per barel, kursnya di Rp 17.000. APBN kita kursnya Rp 16.500, kemudian dengan pertumbuhan kita pertahankan. Jadi ini yang kita pertahankan pertumbuhan di 5,3 persen. Surat berharga negaranya angkanya lebih tinggi, Pak, 6,8 persen, maka defisitnya adalah 3,18 persen," kata Airlangga saat memaparkan skenario pertama.

Kemudian, untuk skenario kedua, ICP atau harga minyak mentah dalam negeri diproyeksikan 97 dolar AS per barel, kurs rupiah terhadap dolar AS Rp 17.300, tingkat pertumbuhan diproyeksikan 5,2 persen, dan imbal hasil SBN 7,2 persen. Dengan asumsi tersebut, defisit APBN mencapai 3,53 persen.

"Defisit yang 3 persen itu sulit kita pertahankan, kecuali kita mau memotong belanja dan memotong pertumbuhan, Pak. Ini beberapa skenario yang mungkin perlu kita rapatkan secara terbatas," kata Airlangga kepada Prabowo.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Skenario Terburuk Perang, Airlangga Ungkap Defisit APBN Bisa Tembus 4 Persen
Sumber Eknomi

Transparansi Informasi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Transparansi informasi dinilai masih menjadi tantangan dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Keterbukaan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing bursa domestik.

Isu tersebut dibahas dalam diskusi Road to Investor Relations Forum (IRF) 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (10/3). Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, transparansi menjadi fondasi penting bagi perkembangan pasar modal.

“Komunikasi seperti ini penting untuk membangun transparansi di pasar modal,” kata Misbakhun dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/3/2026).

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pasar modal Indonesia saat ini berada dalam fase transformasi. Berbagai langkah pembenahan dilakukan agar bursa domestik dapat bersaing dengan pasar modal global.

Menurut Jeffrey, upaya tersebut perlu diiringi dengan komunikasi yang terbuka kepada investor dan publik. Informasi mengenai kebijakan maupun perkembangan pasar dinilai perlu disampaikan secara konsisten.

“Ini momentum penting untuk membuat pasar modal kita naik kelas. Karena itu berbagai langkah yang dilakukan perlu terus disampaikan ke publik,” kata Jeffrey.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Eddy Manindo Harahap mengatakan, pasar modal Indonesia memiliki potensi besar di kawasan Asia Tenggara. Namun peningkatan kualitas tata kelola dan keterbukaan informasi dinilai tetap menjadi faktor penting bagi perkembangan pasar.

“Kita memang perlu lebih transparan agar pasar kita bisa berkembang lebih baik,” kata Eddy.

Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, arus informasi yang jelas dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Komunikasi yang baik juga dinilai dapat mengurangi kesalahpahaman antara regulator, emiten, dan pelaku pasar.

“Kalau komunikasi terjaga dengan baik, investor juga lebih mudah memahami kondisi pasar,” kata Hans.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Transparansi Informasi Jadi Kunci Penguatan Pasar Modal
Sumber Eknomi