Pages

Sunday, June 7, 2026

KAI Operasikan 391 Kereta New Generation, Investasi Modernisasi Capai Rp5,5 Triliun

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengoperasikan 391 unit kereta Stainless Steel New Generation sebagai bagian dari program modernisasi sarana penumpang yang ditargetkan selesai pada 2027. Program pengadaan tersebut memiliki nilai investasi mencapai Rp5,505 triliun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan hingga saat ini sebanyak 39 trainset atau 391 kereta Stainless Steel New Generation hasil produksi PT INKA (Persero) telah diserahterimakan dan beroperasi melayani pelanggan di berbagai relasi kereta api jarak jauh.

"Program pengadaan 612 kereta New Generation merupakan investasi jangka panjang KAI untuk memperbarui sarana penumpang secara bertahap. Setiap trainset yang beroperasi menghadirkan standar kenyamanan yang lebih baik dan menjadi bagian dari pengembangan layanan yang terus kami lakukan," kata Anne dalam keterangannya.

Program modernisasi sarana tersebut dimulai sejak 2023 dengan total pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation yang ditargetkan rampung pada 2027.

Dari total pengadaan tersebut, terdiri atas 297 kereta kelas eksekutif, 199 kereta ekonomi, 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, serta dua kereta bagasi.

Menurut Anne, pengadaan kereta generasi baru dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan terhadap perjalanan yang lebih nyaman dan modern.

Rangkaian Stainless Steel New Generation dilengkapi sejumlah fasilitas baru, seperti kursi ergonomis, kursi yang dapat direbahkan hingga 135 derajat, ruang kaki yang lebih luas, meja lipat, stop kontak dan USB port di setiap kursi, hingga pintu geser otomatis.

Pada sejumlah layanan, KAI juga menghadirkan fasilitas tambahan berupa Passenger Information Display System (PIDS), toilet yang dilengkapi foot washer, musala, meja ganti popok bayi, serta selimut untuk perjalanan malam tertentu.

Anne menjelaskan KAI terus melakukan penyempurnaan terhadap rangkaian New Generation berdasarkan masukan pelanggan maupun hasil evaluasi operasional.

"Selama proses delivery dan pengoperasian rangkaian New Generation, kami menerima banyak masukan dari pelanggan maupun petugas operasional. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyempurnaan terus dilakukan pada trainset-trainset berikutnya," ujarnya.

Saat ini rangkaian Stainless Steel New Generation telah digunakan pada sejumlah layanan kereta api jarak jauh, baik kelas eksekutif, campuran eksekutif-ekonomi, maupun ekonomi.

Untuk layanan kelas eksekutif, kereta generasi baru telah beroperasi pada sejumlah kereta unggulan seperti KA Argo Dwipangga, Argo Lawu, Argo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Taksaka, Gajayana, hingga Parahyangan.

Sementara pada layanan campuran eksekutif dan ekonomi, rangkaian tersebut digunakan antara lain pada KA Lodaya, Mataram, Bogowonto, Batavia, Gumarang, Jayabaya, Bangunkarta, dan Singasari.

Adapun untuk kelas ekonomi, kereta Stainless Steel New Generation saat ini telah beroperasi pada KA Jaka Tingkir, Progo, dan Majapahit.

Anne menambahkan bertambahnya jumlah kereta yang diterima dari PT INKA akan memperluas penggunaan rangkaian New Generation di berbagai rute kereta api hingga seluruh program selesai pada 2027.

"KAI terus melakukan pengembangan sarana secara berkelanjutan. Seiring bertambahnya jumlah trainset yang diterima dan dioperasikan hingga seluruh program selesai, semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan dengan standar kenyamanan New Generation," katanya.

Adblock test (Why?)


KAI Operasikan 391 Kereta New Generation, Investasi Modernisasi Capai Rp5,5 Triliun
Sumber Eknomi

Saturday, June 6, 2026

Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Minta Destinasi Wisata Perkuat Aspek Keselamatan

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meminta pengelola destinasi wisata memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, kesiapan destinasi menjadi faktor penting untuk memastikan wisatawan dapat berlibur dengan aman selama musim liburan. Hal itu disampaikan saat meninjau atraksi wisata Waterbom Bali menjelang periode libur sekolah.

"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Puspa, meningkatnya mobilitas wisatawan harus diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang memadai. Karena itu, pengelola destinasi diminta memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, dan sistem mitigasi risiko berfungsi dengan baik sebelum menerima lonjakan pengunjung.

Ia menegaskan libur sekolah tidak hanya menjadi peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.

"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang," ujar Puspa.

Kesiapan destinasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, penerapan standar keselamatan, kesiapan petugas, hingga pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan wisata.

Untuk memperkuat budaya keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata, terutama pada aktivitas yang memiliki risiko lebih tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, dan snorkeling.

Selain itu, Kementerian Pariwisata telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi acuan dalam pelayanan wisatawan, termasuk aspek keselamatan dan keamanan selama berwisata.

Sementara itu, CEO Waterbom Bali Sayan Gulino mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode libur sekolah melalui pemeriksaan rutin terhadap fasilitas dan sarana pendukung.

"Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan," kata Sayan.

Menurut Sayan, pengelolaan kapasitas pengunjung juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Karena itu, jumlah pengunjung akan tetap disesuaikan dengan daya dukung fasilitas yang tersedia.

"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, fasilitas tetap terjaga, dan pengalaman wisata dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan aman," ujarnya.

Adblock test (Why?)


Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Minta Destinasi Wisata Perkuat Aspek Keselamatan
Sumber Eknomi