Pages

Thursday, July 16, 2026

Pinjaman Baru China Tembus Rp 28.600 Triliun pada Semester I 2026

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyaluran pinjaman baru dalam mata uang yuan di China mencapai 10,72 triliun yuan sepanjang semester pertama 2026 atau setara sekitar Rp 28.600 triliun (dengan asumsi kurs sekitar Rp 2.666 per yuan).

Data yang dirilis Bank Rakyat China (People's Bank of China/PBOC) pada Rabu menunjukkan total pinjaman yuan yang masih beredar hingga akhir Juni mencapai 282,63 triliun yuan atau sekitar Rp 753.900 triliun. Nilai tersebut meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain kredit, jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) juga terus meningkat. Pada akhir Juni 2026, M2 tercatat mencapai 356,71 triliun yuan atau sekitar Rp 951.000 triliun, naik 8 persen secara tahunan. M2 mencakup uang kartal yang beredar serta seluruh simpanan masyarakat di perbankan sehingga sering digunakan sebagai indikator tingkat likuiditas dalam perekonomian.

Sementara itu, jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) mencapai 118,48 triliun yuan atau setara sekitar Rp 315.800 triliun, meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. M1 meliputi uang tunai yang beredar, simpanan giro, serta dana cadangan milik nasabah pada lembaga pembayaran nonbank.

Peningkatan penyaluran kredit dan pertumbuhan jumlah uang beredar mencerminkan kebijakan moneter yang masih akomodatif di tengah upaya Beijing menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China terus mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit guna menopang investasi, konsumsi, serta membantu sektor properti dan pemerintah daerah yang masih menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi.

Strategi Besar

Di balik lonjakan penyaluran pinjaman dan meningkatnya jumlah uang beredar, terdapat strategi besar yang sedang dijalankan Bank Rakyat China (People's Bank of China/PBOC). Bank sentral tersebut berupaya memastikan likuiditas tetap melimpah agar aktivitas ekonomi tidak kehilangan momentum di tengah berbagai tantangan, mulai dari lemahnya konsumsi rumah tangga hingga perlambatan investasi sektor swasta.

Dalam dua tahun terakhir, Beijing berulang kali menegaskan target pertumbuhan ekonomi tahunan berada di kisaran 5 persen. Target tersebut dinilai cukup ambisius mengingat ekonomi China kini tidak lagi menikmati pertumbuhan dua digit seperti pada dekade sebelumnya. Karena itu, kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga laju pertumbuhan tetap sesuai sasaran.

Melalui peningkatan penyaluran kredit, PBOC berharap biaya pinjaman bagi dunia usaha dan masyarakat menjadi lebih murah. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, perusahaan diharapkan berani melakukan ekspansi, membangun pabrik baru, menambah kapasitas produksi, serta membuka lapangan pekerjaan. Di sisi lain, rumah tangga diharapkan lebih terdorong untuk membeli rumah, kendaraan, maupun barang konsumsi lainnya.

sumber : Xinhua

Adblock test (Why?)


Pinjaman Baru China Tembus Rp 28.600 Triliun pada Semester I 2026
Sumber Eknomi

Wednesday, July 15, 2026

Prima Career Dorong Efisiensi Rekrutmen Berbasis Digital

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) meluncurkan platform rekrutmen digital Prima Career sebagai bagian dari transformasi layanan sumber daya manusia (SDM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) meluncurkan platform rekrutmen digital Prima Career sebagai bagian dari transformasi layanan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kebutuhan dunia usaha yang semakin terdigitalisasi. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperkenalkan virtual assistant Primadona guna meningkatkan kualitas layanan kepada klien dan pencari kerja.

Peluncuran kedua layanan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 PKSS yang mengusung tema "Beyond Limits, Towards Together".

Prima Career merupakan platform rekrutmen berbasis web (e-recruitment) yang mengintegrasikan seluruh proses rekrutmen dalam satu sistem. Platform tersebut dirancang untuk memudahkan perusahaan memperoleh talenta terbaik sekaligus memberikan akses yang lebih mudah, modern, dan transparan bagi para pencari kerja.

Sementara itu, Primadona merupakan virtual assistant yang menyediakan layanan informasi bagi klien, calon pekerja, dan masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk contact center. Layanan tersebut diharapkan mampu mempercepat akses informasi dan meningkatkan respons terhadap kebutuhan pengguna.

President Director PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Sadmiadi mengatakan transformasi digital menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan solusi pengelolaan SDM yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha.

Adblock test (Why?)


Prima Career Dorong Efisiensi Rekrutmen Berbasis Digital
Sumber Eknomi