Pages

Tuesday, February 24, 2026

IHSG Melemah 1,37 Persen ke Level 8.280, Tertekan Ketidakpastian Tarif AS

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Pengunjung mengamati layar digital yang menampilkan data pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 29/1/2026). IHSG pada sesi pertama kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt pada pukul 09.30 WIB namun mampu memangkas koreksi pada akhir sesi satu. IHSG tengah hari terperosok 492 poin atau ambles 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan IHSG hari ini masih disebabkan Tekanan IHSG hari ini masih dibayangi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Sebanyak 720 saham turun, 65 naik, dan 22 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 32,75 triliun, melibatkan 42,91 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi.

REPUBLIKA.CO.ID,Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/2/2026) sore ditutup melemah dipicu oleh pelaku pasar yang merespon ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). IHSG ditutup melemah 115,25 poin atau 1,37 persen ke posisi 8.280,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,13 poin atau 1,19 persen ke posisi 837,63.

“IHSG dan Rupiah ditutup melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Ratna menjelaskan, ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan masih relatif ketatnya prospek suku bunga AS, membuat indeks dolar AS berbalik menguat.

Selain itu, ketidakpastian tersebut juga membuat harga emas mengalami koreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir, selain didorong oleh aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato di hadapan Kongres AS mengenai laporan tahunan resmi, antara lain berisi tentang kondisi negara dan rencana kebijakan pemerintahannya ke depan.

Dari kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati data GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 2026, yang diperkirakan di level minus 23,8 dari sebelumnya minus 24,1.

Sementara itu, inflasi Euro Area bulan Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 2 persen (yoy).

Dari kawasan Asia, bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut pada Februari 2026, yaitu Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen.

sumber : ANTARA

Advertisement

Adblock test (Why?)


IHSG Melemah 1,37 Persen ke Level 8.280, Tertekan Ketidakpastian Tarif AS
Sumber Eknomi

Menteri Perdagangan Bahas Pengaturan Ekspansi Ritel Modern dengan Mendes PDT

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Ilustrasi bisnis ritel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merencanakan pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto untuk membahas usulan mengatur ekspansi toko ritel modern setelah koperasi desa berjalan.

“Saya rencananya ketemu Pak Mendes. Saya belum tahu maksudnya seperti apa,” kata Budi usai meninjau produk UMKM lokal di jaringan bisnis KAI Services, Jakarta, Selasa.

Budi menekankan bahwa usulan tersebut perlu dibahas lebih lanjut untuk memastikan maksud dan tujuan dari menghentikan ekspansi jaringan ritel.

Pengaturan Ritel Modern Sudah Ada, Jangkauan Masih Terbatas di Daerah Urban

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa pengaturan ritel modern telah diatur dalam:

Undang‑Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;

Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021.

Penerbitan izin usaha ritel modern dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan validasi dari pemerintah daerah.

Iqbal menambahkan bahwa saat ini kebanyakan toko ritel modern, seperti Alfamart dan Indomaret, hanya berada di daerah urban dan belum masuk sampai wilayah pelosok. Sementara itu, jangkauan koperasi desa lebih luas hingga ke daerah pelosok.

“Ritel modern yang berjejaring itu masih ditempatkan di perkotaan. Alasannya, ketika mereka mendirikan satu toko pasti menghitung demografinya, pendapatan penduduknya dihitung. Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan ritel modern yang berjejaring, itu ada di desa‑desa,” ujar Iqbal.

sumber : Antara

Advertisement

Adblock test (Why?)


Menteri Perdagangan Bahas Pengaturan Ekspansi Ritel Modern dengan Mendes PDT
Sumber Eknomi