Pages

Wednesday, June 10, 2026

Astra Raih Sejumlah HR Asia Award

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Astra meraih penghargaan di bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui ajang HR Asia Best Companies To Work For In Asia 2026. Dalam penghargaan yang digelar pada Jumat (5/6/2026), Astra bersama sejumlah perusahaan Grup Astra berhasil meraih sejumlah penghargaan sekaligus.

Pada ajang tersebut, Astra meraih penghargaan utama HR Asia Best Companies To Work For In Asia 2026. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan HR Asia People Transformation Awards 2026 dan HR Asia Sustainable Workplace Awards 2026.

Tidak hanya Astra, sejumlah entitas di bawah Grup Astra turut menerima penghargaan serupa. Di antaranya Toyota Astra Motor, FIFGROUP, Astra Credit Companies, Surya Artha Nusantara Finance, dan United Tractors.

HR Asia memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan di Asia yang dinilai konsisten menerapkan praktik SDM terbaik, membangun keterlibatan karyawan, serta menciptakan lingkungan kerja yang positif dan berkelanjutan.

Ajang ini melibatkan sekitar 2,5 juta responden dan 20.000 perusahaan dari berbagai negara di Asia. Sebanyak 20 persen peserta berasal dari perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 Companies.

Chief of Corporate Human Capital Development Astra Matilda Esther Rotinsulu mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan. Yakni, untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan karyawan.

"Kami memaknai penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung setiap Insan Astra dalam mengembangkan potensi terbaiknya," ujarnya.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra dalam membangun kualitas SDM menjelang usia perusahaan yang memasuki tujuh dekade. Saat ini Astra didukung oleh 322 anak perusahaan dan lebih dari 190 ribu karyawan.

Dalam upaya memperkuat keberagaman dan inklusi di lingkungan kerja, Astra menjalankan sejumlah program. Salah satunya melalui komunitas Perempuan Astra yang menjadi wadah kolaborasi, pengembangan, dan pembelajaran bagi pekerja perempuan di Grup Astra.

Komunitas tersebut kini telah berkembang dengan lebih dari 3.000 anggota yang berasal dari berbagai perusahaan di lingkungan Grup Astra. Selain itu, Astra juga menjalankan Diversity Awareness Program for Astra's Leaders guna meningkatkan pemahaman mengenai keberagaman di tingkat kepemimpinan.

Astra menyebut pengembangan SDM serta penciptaan lingkungan kerja yang kolaboratif dan berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Adblock test (Why?)


Astra Raih Sejumlah HR Asia Award
Sumber Eknomi

Tuesday, June 9, 2026

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bisa Jaga Pertumbuhan Kredit

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen dinilai tidak serta-merta menghambat pertumbuhan kredit perbankan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen dinilai tidak serta-merta menghambat pertumbuhan kredit perbankan. Kebijakan tersebut justru diharapkan dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku ekonomi.

Ekonom CIMB Niaga Mika Martumpal mengatakan kenaikan BI Rate yang dibarengi dengan peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) akan membantu menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

“Kebijakan kenaikan suku bunga acuan ini dikombinasikan dengan kenaikan suku bunga SRBI akan membantu stabilisasi rupiah dan memperkuat kepercayaan investor, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap ekonomi domestik,” ujar Mika kepada Republika, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, langkah BI tidak hanya berfokus pada stabilisasi nilai tukar. Bank sentral juga berupaya memastikan likuiditas sistem keuangan tetap memadai melalui pembukaan kembali fasilitas repurchase agreement (repo) bagi perbankan.

Selain menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen, BI membuka kembali window lelang repo untuk tenor tiga, enam, sembilan, dan 12 bulan guna menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Mika menilai kombinasi kebijakan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan kebutuhan pembiayaan ekonomi. Dengan likuiditas yang tetap terjaga, perbankan masih memiliki ruang untuk menyalurkan kredit meskipun biaya dana berpotensi meningkat seiring kenaikan suku bunga.

“BI juga memastikan likuiditas sistem keuangan tetap terjaga melalui instrumen repo. Stabilitas rupiah dan likuiditas yang cukup akan menjaga pertumbuhan kredit tetap tinggi meskipun cost of fund naik,” kata Mika.

Sebelumnya, BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan memutuskan menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilisasi rupiah di tengah gejolak global dan mendorong masuknya investasi portofolio asing ke Indonesia.

Selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga meningkatkan imbal hasil SRBI, memberikan insentif bagi investor asing, memperkuat operasi moneter, dan membuka kembali fasilitas repo untuk menjaga likuiditas sistem keuangan.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Ekonom: Kenaikan BI Rate Bisa Jaga Pertumbuhan Kredit
Sumber Eknomi