Pages

Tuesday, June 2, 2026

Bukan Cuma Kurangi Limbah Pakaian, RE3 For-E PNM Gerakkan Rantai Manfaat bagi Nasabah Laundry

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di balik tumpukan pakaian yang tidak lagi digunakan, selalu ada kemungkinan baru untuk menghadirkan manfaat. Pakaian yang sebelumnya hanya tersimpan di lemari, dalam gerakan yang tepat, dapat kembali memiliki nilai. Bukan hanya bagi penerima donasi, tetapi juga bagi pengusaha kecil yang ikut terlibat dalam prosesnya.

Semangat inilah yang dihadirkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program RE3 For-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education. Mengusung pesan 'Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh', gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT PNM ke-27 sekaligus ajakan bagi karyawan PNM untuk melihat bahwa barang yang tidak lagi digunakan tetap dapat menjadi awal dari manfaat baru.

Melalui RE3 For-E, PNM menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. Pakaian layak pakai yang terkumpul tidak langsung disalurkan, melainkan melalui proses pencucian, perapihan, dan kurasi agar dapat diterima kembali dalam kondisi yang lebih layak. Dalam proses inilah, PNM melibatkan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry sebagai bagian dari rantai manfaat program.

Sebanyak 17 ton pakaian layak pakai berhasil terkumpul dari berbagai wilayah PNM di Indonesia. Lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry turut dilibatkan untuk mencuci dan merapikan pakaian donasi sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan tersebut menjadi bukti bahwa gerakan peduli lingkungan dapat berjalan seiring dengan peluang ekonomi yang dirasakan langsung oleh pengusaha ultra mikro.

Bagi para nasabah laundry, RE3 For-E bukan sekadar kegiatan sosial. Program ini menjadi ruang untuk ikut terlibat dalam aksi kebaikan, sekaligus memberi tambahan pendapatan bagi usaha yang mereka jalankan. Dari proses mencuci dan merapikan pakaian, hadir rasa bangga karena usaha kecil mereka turut menjadi bagian dari manfaat yang lebih luas.

Anjar Sifa Maulidia, salah satu nasabah PNM yang memiliki usaha laundry, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam program RE3 For-E memberi pengalaman yang berarti bagi dirinya dan usahanya.

“Kami senang bisa terlibat dalam program RE3 For-E PNM. Kami membantu mencuci dan merapikan pakaian yang terkumpul sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain mendapatkan tambahan pendapatan dari program ini, kami juga merasa bangga karena bisa ikut terlibat dalam aksi sosial seperti ini,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Emi Himawati, nasabah PNM Mekaar Cabang Solo yang turut menerima pesanan laundry pakaian layak pakai hasil donasi karyawan PNM. Ia menyampaikan bahwa dukungan tersebut memberi arti tersendiri bagi keberlangsungan usahanya.

“Bantuan dan kepedulian ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya membantu usaha tetap berjalan dan berkembang, tetapi juga menambah semangat kami untuk terus maju bersama PNM,” kata dia.

Melalui program ini, pakaian yang sebelumnya tidak terpakai tidak berhenti sebagai limbah. Ia kembali bergerak menjadi manfaat bagi penerima, menjadi peluang pendapatan bagi nasabah laundry, dan menjadi bagian dari gerakan kepedulian.

RE3 For-E menjadi salah satu wujud bahwa langkah sederhana dapat menghadirkan dampak yang luas ketika dijalankan bersama. Inilah semangat HUT PNM ke-27: Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan.

Adblock test (Why?)


Bukan Cuma Kurangi Limbah Pakaian, RE3 For-E PNM Gerakkan Rantai Manfaat bagi Nasabah Laundry
Sumber Eknomi

Monday, June 1, 2026

Hari Susu Sedunia, Industri dan Peternak Didorong Perkuat Ekosistem Susu Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan Hari Susu Sedunia yang jatuh setiap 1 Juni menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem susu nasional melalui kolaborasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan susu bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan sapi perah dalam negeri.

Marketing Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Intan Ayu Kartika mengatakan, konsumsi susu perlu terus didorong sebagai bagian dari pola hidup sehat masyarakat. Menurut dia, kebiasaan tersebut harus ditopang oleh rantai pasok yang kuat, mulai dari peternak hingga industri pengolahan.

Intan menjelaskan, membangun generasi yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari, seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang, aktif bergerak, dan mengonsumsi susu.

"World Milk Day menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat dan penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu," ujar Intan dalam keterangannya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem susu nasional tidak hanya berkaitan dengan penyediaan produk bagi konsumen, tetapi juga mencakup pemberdayaan peternak sapi perah lokal. Saat ini, FFI bekerja sama dengan koperasi susu yang menaungi lebih dari 30 ribu peternak sapi perah di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Menurut Intan, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan susu segar sekaligus meningkatkan kapasitas dan produktivitas peternak lokal.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Epi Taufik, mengatakan kualitas susu yang dikonsumsi masyarakat merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan di industri.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi pengolahan modern berperan penting dalam menjaga keamanan, kualitas, dan kandungan nutrisi susu sebelum sampai ke tangan konsumen.

"Di balik setiap produk susu yang dikonsumsi masyarakat terdapat proses panjang yang dimulai dari pengelolaan peternakan hingga pengolahan modern yang memastikan susu tetap aman, higienis, dan bernutrisi," kata Epi.

Menurut dia, penguatan produksi susu segar nasional membutuhkan kolaborasi yang terintegrasi antara industri, peternak, akademisi, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkuat daya saing industri susu nasional.

Pandangan serupa disampaikan Rumini, peternak sapi perah yang tergabung dalam program Young Progressive Farmers Academy (YPFA). Ia menilai peningkatan kualitas susu tidak lepas dari konsistensi peternak dalam menerapkan praktik peternakan yang baik dan berkelanjutan.

Rumini mengatakan peternak saat ini terus berupaya meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar melalui penerapan teknologi serta pengelolaan peternakan yang lebih modern.

"Kami para peternak terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu segar melalui praktik peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan," ujarnya.

Pelaku industri menilai penguatan ekosistem susu nasional menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Dengan kolaborasi yang lebih kuat dari hulu hingga hilir, sektor susu diharapkan dapat berkembang lebih berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Adblock test (Why?)


Hari Susu Sedunia, Industri dan Peternak Didorong Perkuat Ekosistem Susu Nasional
Sumber Eknomi