Pages

Friday, March 6, 2026

Ansor Gandeng Perusahaan Multinasional, BUMA Didorong Jadi Motor Ekonomi Kader

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gerakan Pemuda Ansor menggandeng perusahaan global di industri bahan bangunan untuk memperkuat ekonomi kader. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding antara Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dan PT Oriental Yuhong Indonesia.

Kerja sama itu diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi kader sekaligus memperkuat kemandirian organisasi. Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Dwi Winarno mengatakan, penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan antara BUMA dan PT Oriental Yuhong Indonesia.

Dwi menjelaskan, perusahaan tersebut merupakan salah satu pemain besar di industri waterproofing global.

"PT Yuhong ini dalam bisnis waterproofing dan sejenisnya, market size-nya itu nomor empat di dunia. Jadi saya rasa Ansor cukup bisa berbagi dan berkolaborasi dengan salah satu perusahaan terbesar di dunia,” kata Dwi dalam sambutannya di Gedung GP Ansor, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026), berdasarkan siaran pers.

Dwi menekankan, kepercayaan dari perusahaan global harus dibayar dengan komitmen kader Ansor. Menurut Dwi, membangun kekuatan ekonomi organisasi membutuhkan proses panjang dan konsistensi.

Dwi mengingatkan, gagasan penguatan ekonomi di lingkungan Nahdliyin sudah lama muncul sejak berdirinya Nahdlatul Ulama melalui gerakan ekonomi Nahdlatut Tujjar. Menurut Dwi, semangat tersebut kembali dihidupkan melalui berbagai program ekonomi Ansor, termasuk lewat BUMA.

“Ansor tersebar di 484 kabupaten/kota dan puluhan ribu desa di Indonesia dengan jumlah kader jutaan orang. Ini potensi yang luar biasa. Selain menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan keutuhan NKRI, kader Ansor juga harus punya kontribusi dalam kemandirian ekonomi."

Dwi menjelaskan, meski usia BUMA belum genap satu tahun, lembaga usaha tersebut sudah mulai memberikan kontribusi finansial bagi organisasi.

“Saat ini BUMA sudah mampu memberikan kontribusi sekitar Rp167 juta per bulan kepada pimpinan pusat. Targetnya pada 2029 bisa mencapai Rp250 juta per bulan,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum PP GP Ansor M Mabrur L Banuna mengatakan, kerja sama dengan PT Oriental Yuhong Indonesia menjadi langkah memperluas skala usaha BUMA sekaligus memberdayakan kader di daerah. Produk yang dikerjasamakan nantinya akan didistribusikan melalui jaringan Ansor di berbagai wilayah.

“Produk-produk yang sudah kita MoU-kan seperti cat dan lainnya akan kita gerakkan melalui PW, PC, hingga BUMA daerah agar bisa memberikan aktivitas ekonomi bagi kader,” kata Mabrur.

Mabrur menegaskan, tujuan kerja sama ini tidak hanya mengejar keuntungan bisnis. Kerja sama tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi kader Ansor.

“Bukan hanya soal profit, tapi bagaimana ini bisa menjadi penopang ekonomi kader secara individu maupun organisasi."

Country Director PT Oriental Yuhong Indonesia Li Zhiyong mengatakan, pihaknya melihat potensi besar dalam kerja sama dengan GP Ansor. Perusahaan juga menilai jaringan organisasi tersebut kuat di tingkat masyarakat.

“Kami sangat terhormat dan percaya telah memilih Ansor untuk bekerja bersama. Kami melihat banyak potensi untuk berkembang bersama di masa depan,” katanya.

Li Zhiyong juga mengungkapkan rencana perusahaan untuk memperluas investasi di Indonesia, termasuk pembangunan fasilitas investasi di Yogyakarta. Menurut Li Zhiyong, kerja sama dengan Ansor memiliki nilai strategis karena organisasi tersebut memiliki jaringan luas sekaligus peran sosial di masyarakat.

“Ansor bukan hanya organisasi besar, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Kami memiliki misi yang sama,” kata Li Zhiyong.

Adblock test (Why?)


Ansor Gandeng Perusahaan Multinasional, BUMA Didorong Jadi Motor Ekonomi Kader
Sumber Eknomi

Imbas Konflik AS-Iran, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/3/2026) sore ditutup melemah seiring dengan sikap risk-off (menghindari aset berisiko) investor akibat masih berlangsungnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04.

"Investor cenderung risk-off dan defensif. Investor menghindari instrumen berisiko tinggi dengan melikuidasi saham big caps dan merotasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS," ujar Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi di Jakarta, Jumat.

Wafi menjelaskan, sikap risk-off investor disebabkan oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta tingginya yield US Treasury akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tertahan tinggi.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan berbagai data ekonomi, di antaranya rilis data inflasi (CPI) dan tenaga kerja (NFP) AS yang akan dijadikan acuan untuk melihat arah kebijakan The Fed, serta kejelasan resolusi atau eskalasi konflik Timur Tengah. Dari dalam negeri, ia menjelaskan pemangkasan outlook kredit Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings memicu depresiasi nilai tukar rupiah dan capital outflow (dana asing keluar) yang masif.

Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data cadangan devisa, respons kebijakan Bank Indonesia (potensi kenaikan BI Rate) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, serta tanda-tanda meredanya tekanan net sell (aksi jual) asing.

Dibuka melemah, IHSG bertahan di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah, yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 3,67 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 3,54 persen dan 2,80 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu SKBM, ALKA, TPIA, ICON, dan EURO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni KOTA, RODA, LAND, ENRG, dan ENZO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.946.837 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,18 miliar lembar saham senilai Rp 17,77 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 555 saham menurun, dan 94 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 342,69 poin atau 0,62 persen ke 55.620,80, indeks Shanghai menguat 15,62 poin atau 0,38 persen ke 4.124,18, indeks Hang Seng menguat 435,94 poin atau 1,72 persen ke 25.757,28, dan indeks Strait Times menguat 1,68 poin atau 0,03 persen ke 4.848,25.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Imbas Konflik AS-Iran, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
Sumber Eknomi