Pages

Sunday, May 24, 2026

INTCC Connect 2026 Pertemukan Berbagai Pihak Bangun Jejaring dan Kolaborasi di Asia Tenggara

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

ajang INTCC Connect: Networking Reception 2026 yang digelar Indonesia-Thai Chamber of Commerce di Bangkok, Rabu (20/5/2026) lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK — Hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand terus bergerak melampaui sekadar perdagangan.

Di tengah persaingan dan dinamika bisnis kawasan, para pelaku usaha, diplomat, hingga profesional lintas industri berkumpul dalam satu forum untuk membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi baru di Asia Tenggara.

Momentum itu terlihat dalam ajang INTCC Connect: Networking Reception 2026 yang digelar Indonesia-Thai Chamber of Commerce di Bangkok, Rabu (20/5/2026) lalu.

Mengusung tema Connect, Engage, Grow Together, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang networking, tetapi juga wadah memperkuat sinergi bisnis, investasi, hingga kerja sama jasa profesional antara Indonesia dan Thailand.

Chairman INTCC, Hardy Chandra, menilai hubungan ekonomi kedua negara membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.

“Forum seperti INTCC Connect menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pemimpin bisnis, profesional, dan organisasi dari kedua negara dalam membangun hubungan ekonomi regional yang semakin solid,” ujar Hardy dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (24/5/2026).

Acara berlangsung hangat namun penuh agenda strategis. Selain sesi networking eksklusif, forum juga diisi penandatanganan kerja sama, business reception, serta diskusi peluang investasi dan kolaborasi lintas sektor di kawasan ASEAN.

Sekretaris Jenderal INTCC, Donny M Yogantoro, mengatakan pihaknya ingin membangun platform yang bukan hanya mempertemukan pebisnis, tetapi juga menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan terpercaya.

“Kami ingin menghadirkan platform yang mampu mempertemukan berbagai sektor strategis agar tercipta hubungan bisnis yang saling mendukung. Kehadiran institusi profesional, termasuk kantor hukum, menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi yang terpercaya,” kata Donny.

Advertisement

Adblock test (Why?)


INTCC Connect 2026 Pertemukan Berbagai Pihak Bangun Jejaring dan Kolaborasi di Asia Tenggara
Sumber Eknomi

Saturday, May 23, 2026

Misbakhun: Tidak Mungkin APBN Kita Bangkrut!

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun usai rapat kerja bersama Gubernur BI, di kompleks DPR RI, Senin (18/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mungkin mengalami kebangkrutan. Alasannya, kata ia, Indonesia merupakan negara kaya dengan sumber daya alam melimpah.

"Kalau ada yang mengatakan APBN kita bangkrut, tidak mungkin kita bangkrut," kata Misbakhun dalam sesi "1 on 1 Legislative" Jogja Financial Festival di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, Indonesia masih memiliki berbagai komoditas unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi nasional, mulai dari kelapa sawit mentah (CPO), nikel, hingga hasil perkebunan dan kelautan.

"CPO 40 persen, nikel bahkan lebih 60 persen, kita masih menghasilkan karet, kopi, damar, ikan laut. Negara sekaya Indonesia tidak mungkin menjadi negara yang bangkrut," katanya.

Misbakhun menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami kondisi ekonomi secara rasional dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menimbulkan ketakutan berlebihan terkait situasi ekonomi nasional.

"Kita berhadapan pada sebuah situasi antara realitas melawan media sosial. Jangan percaya begitu saja apa yang dilakukan influencer," katanya.

Advertisement

Adblock test (Why?)


Misbakhun: Tidak Mungkin APBN Kita Bangkrut!
Sumber Eknomi