Pages

Wednesday, June 24, 2026

Setoran Pertamina ke Negara Tembus Rp360,76 Triliun pada 2025

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kontribusi PT Pertamina (Persero) terhadap penerimaan negara terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun buku 2025, perusahaan energi pelat merah tersebut menyetorkan Rp360,76 triliun kepada negara melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Besarnya kontribusi tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Setoran tersebut menjadi salah satu bentuk peran strategis Pertamina tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai kontributor penting bagi keuangan negara.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan kemampuan Pertamina menjaga ketahanan energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Simon.

Selain setoran kepada negara, Pertamina membukukan pendapatan sebesar Rp1.167,99 triliun dengan EBITDA mencapai Rp188,33 triliun dan laba bersih sebesar Rp55,20 triliun sepanjang 2025.

Kontribusi ekonomi Pertamina juga tercermin dari realisasi investasi domestik yang mencapai Rp97,20 triliun. Perseroan turut mencatat penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun yang memberikan dampak berganda terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Dari sisi operasional, Pertamina mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Di sektor hilir, perusahaan memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional, sementara bisnis gas mencatat pertumbuhan volume transmisi sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertamina juga terus menjalankan agenda transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan serta program dekarbonisasi. Sepanjang 2025, berbagai inisiatif tersebut berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

Simon menegaskan capaian tersebut tidak semata-mata mencerminkan kinerja korporasi, melainkan juga tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor produktif nasional tetap terjaga.

"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," katanya.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan keputusan yang dihasilkan dalam RUPS diharapkan dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada negara dan masyarakat.

"Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang," ujar Iriawan.

Adblock test (Why?)


Setoran Pertamina ke Negara Tembus Rp360,76 Triliun pada 2025
Sumber Eknomi

Tuesday, June 23, 2026

Pendapatan Tumbuh 34 Persen, Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026. Pencapaian ini menjadi tahun ketiga berturut-turut bagi perusahaan untuk masuk dalam daftar perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Dalam daftar terbaru yang dirilis Fortune, Blibli menempati peringkat ke-228, naik 32 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga tercatat sebagai perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam kategori Internet Service Retailing di sektor teknologi.

Fortune Southeast Asia 500 merupakan pemeringkatan tahunan yang menyusun daftar perusahaan terbesar dari tujuh negara ASEAN berdasarkan total pendapatan pada tahun fiskal terakhir. Daftar tersebut mencakup berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, energi, manufaktur, hingga teknologi.

Kenaikan peringkat Blibli ditopang pertumbuhan kinerja usaha sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp22,4 triliun atau setara sekitar 1,36 miliar dolar AS, meningkat 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu didukung kontribusi dari seluruh lini usaha, termasuk kategori elektronik konsumen, bisnis institusi, serta ekspansi jaringan toko fisik yang memperkuat strategi omnichannel perusahaan.

Chief Corporate Officer dan Investor Relations Blibli, Eric Winarta, mengatakan pengakuan tersebut mencerminkan dukungan pelanggan, mitra, investor, dan seluruh pemangku kepentingan terhadap perjalanan bisnis perusahaan.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi Blibli untuk kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 bersama perusahaan-perusahaan terkemuka di kawasan ini. Kami menyampaikan apresiasi kepada Fortune atas pengakuan ini, yang mencerminkan kepercayaan pelanggan, mitra, investor, serta seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa mendukung perjalanan Blibli,” ujar Eric dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Eric, pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan produktivitas, penguatan margin usaha, disiplin biaya, serta integrasi ekosistem yang semakin erat.

Ia mengatakan, kombinasi kapabilitas digital, jaringan toko fisik, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan tetap fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas, penguatan margin, disiplin biaya, serta integrasi ekosistem yang semakin erat,” katanya.

Ekosistem Blibli Tiket yang mencakup segmen ritel 1P, ritel 3P, institusi, dan toko fisik disebut masih menjadi penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Perseroan menilai sinergi antarunit usaha tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing di tengah persaingan industri digital dan perdagangan yang semakin ketat.

Dengan fundamental usaha yang terus menguat dan fokus pada profitabilitas, dia optimistis Blibli dapat memperluas kontribusinya di pasar domestik sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu perusahaan teknologi dan perdagangan omnichannel terintegrasi di Asia Tenggara.

Adblock test (Why?)


Pendapatan Tumbuh 34 Persen, Blibli Masuk Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026
Sumber Eknomi