Pages

Saturday, September 23, 2023

Menperin: Kawasan Industri Perlu Transformasi Tingkatkan Daya Saing

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kawasan industri perlu bertransformasi menjadi kawasan industri generasi keempat atau Smart Eco Industrial Park, yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan industri hijau yang dipadukan dengan penerapan teknologi.

Saat menutup Business Forum dalam rangka Rakernas XXIII Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Bali, Kamis (21/9/2023) lalu, Menperin mengatakan transformasi dibutuhkan agar kawasan industri bisa meningkatkan daya saing dan investasi di sektor industri.

"Kami berharap seluruh kawasan industri, terutama anggota HKI, untuk dapat secara perlahan bertransformasi menuju Smart Eco Industrial Park agar mampu meningkatkan daya saing serta meningkatkan investasi di sektor industri," kata Menperin dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).

Kawasan industri merupakan salah satu industri strategis yang berperan penting bagi pembangunan ekonomi dan pertumbuhan industri nasional yang lebih baik.

Sayangnya, pengembangan kawasan industri, baik baru maupun eksisting, masih menghadapi banyak tantangan sehingga diperlukan terobosan dan sinergi untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di kawasan industri serta meningkatkan daya saingnya.

Isu global terkait dengan penerapan industri hijau dan berkelanjutan juga menuntut sektor industri untuk dapat menyelaraskan pertumbuhannya dengan keberlanjutan lingkungan hidup serta kemajuan sosial.

Kemenperin telah menjalin kerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss untuk melaksanakan Global Eco Industrial Park Programme (GEIPP) sejak Juli 2020.

Saat ini, terdapat tiga kawasan industri yang menjadi pilot project dari GEIPP, yaitu Kawasan Industri MM 2100, Kawasan Industri Batamindo, serta Karawang International Industrial City (KIIC).

Selain itu, Kemenperin didukung Ecosian asal Korea Selatan yang bergerak di industri hijau, juga sedang menginisiasi pelaksanaan simbiosis industri berupa pemanfaatan uap sisa produksi di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Kota Cilegon, Banten.

Menperin pun menyampaikan langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh HKI dan perusahaan kawasan industri untuk semakin meningkatkan daya saing industri.

Pertama, dengan penggunaan byproduct sebagai bahan baku industri. Langkah tersebut merupakan implementasi ekonomi sirkular melalui pengurangan emisi yang mendukung mendukung target Net Zero Emission 2060, sekaligus dapat mengurangi substitusi impor.

Kedua, menjalankan konsep zonasi kawasan industri untuk menciptakan daya saing tinggi bagi produk-produknya. Langkah ini dapat mendekatkan rantai pasok suatu industri dalam satu kawasan.

Selanjutnya, Kemenperin juga tengah menjalankan inspeksi dalam rangka pengendalian polusi udara, khususnya di lingkup industri.

"Kami mohon bantuan kepada perusahaan kawasan industri untuk menyediakan peralatan atau teknologi yang dapat mengukur emisi di kawasan masing-masing dan menjaga ambang batas emisi di kawasan," ujarnya.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Menperin: Kawasan Industri Perlu Transformasi Tingkatkan Daya Saing
Sumber Eknomi

BNI Dukung Sosialisasi NIT dan IKD Dukcapil kepada Diaspora di Hong Kong

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai bank milik negara berperan proaktif membantu program pemerintah dalam menyukseskan program transformasi digital dalam aspek administrasi negara.

BNI menjadi bank pertama yang mendukung Direktorat Jenderal Kendudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan Sosialisasi Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Nomor Identitas Tunggal (NIT) bagi penduduk Indonesia di Hong Kong, Sabtu (23/9/2023).

Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan bahwa saat ini, dunia sudah mengalami transformasi digital. Hal ini juga dialami oleh Indonesia, sehingga digitalisasi data kependudukan menjadi sebuah keharusan.

Terlebih, sampai hari ini sudah lebih dari 6 ribu institusi terintegrasi dengan pusat data Dukcapil."Inisiasi IKD ini adalah keharusan. Kami sebagai bank milik negara tentunya akan selalu proaktif dalam membantu pemerintah dalam hal ini Dukcapil untuk mewujudkan digitalisasi data kependudukan Indonesia," katanya.

Adapun, dengan memanfaatkan IKD dan NIT dalam bentuk digital ini, BNI akan semakin maksimal memberikan layanan perbankan kepada para diaspora di Hong Kong.

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan, IKD merupakan Informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dalam aplikasi digital melalui perangkat seluler yang menampilkan data pribadi sebagai identitas penduduk.

IKD merupakan bukti identitas yang dapat digunakan dalam berbagai transaksi dan layanan publik, mempercepat proses verifikasi identitas dan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik, mencegah kehilangan atau pencurian identitas, mempermudah akses ke layanan publik tanpa harus membawa fisik KTP, dan mengurangi birokrasi dan akses yang dibutuhkan dalam proses administrasi kependudukan.

Sementara itu, NIT merupakan tanda pengenal masyarakat Indonesia di Hong Kong sebagai alat pemetaan potensi dan jejaring untuk kepentingan nasional dan pengakuan eksistensi WNI.

NIT dipersamakan dengan NIK, baik secara fungsi, kegunaan, dan format. NIT juga tidak mengalami perubahan, meskipun WNI yang bersangkutan telah berpindah dan kembali menetap di Indonesia.

”Kami sangat mengapresiasi BNI karena dengan bantuan dari BNI, para diaspora di Hong Kong akan mendapatkan seluruh kemudahan, bukan hanya dari sisi kependudukan tapi juga dukungan dalam sisi layanan perbankan," tuturnya. 

Di tempat yang sama, Direktur Pelayanan bpjamsostek Roswita Nilakurnia menambahkan bahwa kehadiran IKD dan NIT bagi diaspora di Hong Kong akan mempermudah mereka untuk mendapatkan perlindungan, khususnya dari sisi ketenagakerjaan.

Dengan keterlibatan BNI dalam pembentukan digital account melalui ketersediaan IKD dan NIT, perseroan berharap lebih banyak diaspora mendapat kemudahan dalam pembayaran  pelayanan bpjamsostek.

“Terima kasih BNI yang telah menghubungkan IKD dan NIT dari Dukcapil ini. Semoga ini bisa berlangsung tidak hanya di Hong Kong saja sehingga kita dapat melindungi diaspora baik di dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Adblock test (Why?)


BNI Dukung Sosialisasi NIT dan IKD Dukcapil kepada Diaspora di Hong Kong
Sumber Eknomi