
Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan Bukit Keminting, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (7/5/2026). ILUSTRASI
REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengimbau masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mereset QR Code Subsidi Tepat secara berkala guna menghindari penyalahgunaan. Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus Ahad Rahedi saat dihubungi dari Kupang, Jumat (8/5/2026), mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, kami sarankan untuk melakukan reset QR Code Subsidi Tepat secara berkala,” katanya.
Dia menjelaskan kendala berupa indikasi barcode salah satu pengguna dipakai oleh orang lain sering terjadi, terutama terkait nomor polisi kendaraan yang telah berpindah tangan.
Untuk mereset QR Code tersebut, dia mengatakan di setiap SPBU telah tersedia helpdesk Pertamina. Karena itu, apabila mengalami kendala saat mereset, konsumen diminta tidak sungkan meminta bantuan pihak SPBU.
“Kalau ada kendala, bisa sampaikan ke kami atau Pertamina contact center di 135,” ujar dia.
Jika sudah memiliki QR Code baru, dia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memberikan barcode kepada orang lain.
Dia menambahkan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan barcode, masyarakat diimbau segera melaporkan kendala tersebut kepada Pertamina agar dilakukan pengecekan.
“Pertamina sudah jelas dan tegas atas sanksi yang diberlakukan jika terdapat pelanggaran di lembaga penyalur Pertamina,” ujar dia.
Dalam beberapa hari terakhir, terdapat keluhan dari masyarakat di Kota Kupang terkait sulitnya mengisi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU karena kuota pengisian BBM telah melewati batas, padahal pemilik kendaraan belum melakukan pengisian BBM bersubsidi.
Selain itu, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi. Salah satu modus yang digunakan adalah memakai QR Code milik orang lain. Sebanyak 40 orang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
sumber : Antara
Pertamina Imbau Pengguna BBM Bersubsidi Rutin Reset QR Code, Ini Alasannya
Sumber Eknomi
No comments:
Post a Comment