Pages

Friday, July 10, 2026

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen pada 2026, Terkuat Kedua di ASEAN

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Vietnam, di tengah perlambatan prospek ekonomi kawasan.

Berdasarkan laporan Asian Development Outlook (ADO) Juli 2026 yang dirilis ADB dan dikutip di Jakarta, Jumat (10/7/2026), proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap berada di level 5,2 persen atau tidak berubah dibandingkan proyeksi April 2026.

Angka tersebut berada di bawah Vietnam yang diproyeksikan tumbuh 7,2 persen, tetapi lebih tinggi dibandingkan Malaysia sebesar 4,6 persen, Filipina 3,8 persen, dan Thailand 1,8 persen. Di tingkat kawasan, ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Tenggara menjadi 4,6 persen pada 2026 dari sebelumnya 4,7 persen.

Meski demikian, di antara negara-negara utama ASEAN, hanya Filipina yang mengalami revisi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026, dari 4,4 persen pada proyeksi April menjadi 3,8 persen dalam laporan terbaru ADB.

Secara keseluruhan, ADB juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik menjadi 4,9 persen pada 2026, turun dari proyeksi 5,1 persen yang dipublikasikan pada April. Lembaga tersebut menilai gangguan berkepanjangan di pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah memberikan dampak yang lebih besar dari perkiraan terhadap perekonomian kawasan.

Konflik tersebut tidak hanya memengaruhi harga energi, tetapi juga harga pupuk, komoditas lainnya, serta rantai pasok global. "Jika berjalan baik, pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja akan membantu normalisasi pasar energi global. Namun, seberapa cepat penyesuaian tersebut terjadi masih sangat tidak pasti dengan risiko pemburukan yang signifikan," kata Kepala Ekonom ADB Albert Park.

Menurut Albert, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik masih relatif tangguh. Namun, gangguan berkepanjangan akibat konflik mengharuskan pemerintah menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Selain pertumbuhan ekonomi, ADB juga merevisi naik proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi 3 persen dari sebelumnya 2,5 persen. Meski demikian, proyeksi inflasi Indonesia masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai 3,9 persen.

Dalam laporan tersebut, ADB juga mengingatkan risiko terhadap prospek ekonomi kawasan masih tinggi, terutama akibat potensi eskalasi konflik geopolitik, ketidakpastian kebijakan perdagangan global, serta kondisi keuangan yang semakin ketat. Selain itu, kenaikan harga pupuk dinilai berpotensi menekan produksi pertanian dan memperburuk ketahanan pangan di sejumlah negara berkembang.

sumber : Antara

Adblock test (Why?)


Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen pada 2026, Terkuat Kedua di ASEAN
Sumber Eknomi

No comments:

Post a Comment