
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengikuti rapat Koperasi Desa Merah Puth di Istana Kepresidenan Jakarta. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pemerintah akan memprioritaskan peningkatan kesejahteraan nelayan setelah mencatat keberhasilan di sektor padi dan jagung. Menurut Zulhas, nelayan saat ini merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan secara ekonomi sehingga membutuhkan keberpihakan kebijakan pemerintah.
"Tahun ini sampai tahun depan kita fokus kepada nelayan. Yang paling miskin di Indonesia sekarang itu nelayan," ujar Zulhas dalam Dialog Sidang Pleno VII bertajuk "Ketahanan dan Kedaulatan Pangan" di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Ia mengungkapkan nilai tukar nelayan pada 2026 masih berada di angka 103. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan nelayan masih jauh tertinggal dibandingkan kelompok usaha lainnya.
Zulhas menilai persoalan utama yang dihadapi nelayan bukan terletak pada kemampuan menangkap ikan, melainkan lemahnya posisi tawar saat menjual hasil tangkapan. Zulhas menyebut nelayan kerap dipaksa menjual ikan kepada tengkulak dengan harga jauh di bawah harga pasar.
"Nelayan ini jago melaut, tapi waktu dia ke laut pulang dapat ikan banyak. Begitu dapat ikan banyak, dia jual. Ketemu tengkulak. Harusnya ikannya harganya Rp 20 ribu, ditawar Rp 10 ribu. Rugi dia, tapi nggak ada daya, nggak ada kekuatan, ya dijual Rp 10 ribu, rugi," ucap Zulhas.
Menurut Zulhas, kondisi itu membuat banyak nelayan terjebak dalam utang kepada tengkulak dengan bunga tinggi sehingga semakin bergantung kepada mereka. Pria asal Lampung itu membandingkan kondisi tersebut dengan Thailand, Vietnam, dan China yang disebutnya telah membangun sistem perlindungan bagi nelayan melalui pasar lelang, pabrik es, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta dukungan pemasaran. Oleh karena itu, kata Zulhas, pemerintah berencana membangun ekosistem baru bagi nelayan melalui program kampung nelayan.
"Kebijakan saya tahun ini sama tahun depan, kita akan bikin 2.000 kampung nelayan," tegas Zulhas.
Menurut dia, kampung nelayan akan dilengkapi dengan balai lelang, pabrik es, cold storage, serta stasiun pengisian bahan bakar khusus solar bersubsidi bagi nelayan. Dengan fasilitas tersebut, sambung Zulhas, nelayan tidak perlu menjual ikan ketika harga sedang rendah.
"Nelayan ke laut dapat ikan murah, enggak usah dijual, taruh di cold storage. Dua hari masih enggak naik harganya, yang beli Koperasi Nelayan Merah Putih dengan harga untung. Koperasi nanti ke mana ikannya? Masuk ke SPPG, MBG itu," ucap Zulhas.
Zulhas berharap berbagai kebijakan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagaimana yang telah terjadi pada petani padi dan jagung. Dia meminta doa dan dukungan dari seluruh peserta KUII VIII untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
"Mudah-mudahan, para kiai, guru-guru saya, doakan agar nelayan ini sama dengan tanaman padi dan jagung. Dalam tempo 2027 ini bisa kita selesaikan, nilai tukar nelayan akan naik. Insya Allah," kata Zulhas.
Zulhas Sebut Nelayan Kini Jadi Kelompok Termiskin, Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan
Sumber Eknomi
No comments:
Post a Comment