Pages

Wednesday, July 1, 2026

Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Jutaan Pelaku UMKM Ultra Mikro Naik Kelas

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro dinilai mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian pada 2025 menunjukkan pendapatan nasabah Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) meningkat, disertai bertambahnya kemampuan mengembangkan usaha serta semakin banyak nasabah yang berhasil mengakses layanan keuangan formal.

Berdasarkan penelitian Indekstat pada 2025, rata-rata pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat sebesar Rp875.738 per bulan. Sementara itu, indeks kemampuan pengembangan usaha naik 28,73 persen, dari kategori rendah menjadi kategori sedang.

Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) juga mencatat dampak ekonomi dari program tersebut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga hingga Rp7,13 triliun pada 2025. Selain itu, sebanyak 2,35 juta nasabah tercatat berhasil naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, hingga kini PNM telah melayani 23,3 juta nasabah yang sebagian besar merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro dari kelompok masyarakat prasejahtera yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

"Program PNM Mekaar terus memberikan dampak langsung bagi jutaan wanita pengusaha ultra mikro di Indonesia. Kehadiran kami bukan hanya membuka akses modal, tetapi juga membangun rasa percaya diri bagi nasabah untuk terus mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga," kata Kindaris di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Kindaris, peningkatan kapasitas usaha yang dialami para nasabah tidak hanya berasal dari akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, PNM melengkapi pembiayaan dengan berbagai program pemberdayaan, seperti pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, serta peningkatan kapasitas (capacity building). Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi pembeda PNM dibandingkan lembaga pembiayaan lainnya.

"PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Kami ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Inilah yang kami sebut sebagai memberikan modal finansial, sosial, dan intelektual," ujar Kindaris.

Adblock test (Why?)


Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Jutaan Pelaku UMKM Ultra Mikro Naik Kelas
Sumber Eknomi

Industri Polimer Didorong Kurangi Ketergantungan Impor Lewat Ajang Inovasi Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Polymer Award (IPA) 2026 diluncurkan untuk mendorong lahirnya inovasi material polimer yang mampu mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Ajang tersebut juga diharapkan mempercepat hilirisasi hasil riset agar dapat diterapkan di sektor manufaktur nasional.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie mengatakan, inovasi material menjadi kebutuhan penting di tengah kenaikan biaya bahan baku dan dinamika rantai pasok global yang memengaruhi daya saing industri.

“Industri polimer memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, elektronik, hingga kemasan. Di tengah tantangan global terkait biaya bahan baku dan keberlanjutan, inovasi material menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri Indonesia. Melalui Indonesia Polymer Award 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi antara dunia riset dan industri agar inovasi dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan industri nasional,” kata Meysia dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Indonesia Polymer Award 2026 diselenggarakan Himpunan Polimer Indonesia (HPI) bersama Pamerindo Indonesia sebagai rangkaian pameran Plastic Material & Chemical Indonesia dan Plastics & Rubber Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.

Ajang tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, industri, startup, dan regulator untuk mendorong penerapan inovasi polimer yang mendukung efisiensi industri, ekonomi sirkular, serta penguatan ekosistem manufaktur nasional.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI bertajuk Krisis Plastik Nasional di Tengah Shock Global yang terbit pada April 2026, harga sejumlah resin utama mengalami kenaikan sepanjang tahun ini. Harga polypropylene (PP) naik 23,8 persen, polyethylene (PE) meningkat 16,3 persen, dan polyvinyl chloride (PVC) bertambah 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor plastik dan barang dari plastik Indonesia mencapai 1,65 juta ton dengan nilai sekitar Rp44,11 triliun pada kuartal I 2026. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya pengembangan inovasi material lokal dan peningkatan kapasitas daur ulang untuk memperkuat ketahanan rantai pasok industri.

Ketua Himpunan Polimer Indonesia Chalid mengatakan, inovasi polimer kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri, bukan sekadar agenda penelitian.

“Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia, kapasitas riset, dan pengalaman industri dalam bidang polimer. Tantangan berikutnya adalah mempercepat hilirisasi agar hasil inovasi dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi industri. Kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi, ekonomi sirkular, dan kemandirian industri nasional,” ujar Chalid.

Selain ajang penghargaan, IPA 2026 juga akan menghadirkan webinar dan roadshow sebagai ruang kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, peneliti, dan regulator untuk membahas pengembangan material berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan transformasi teknologi polimer.

Penilaian dilakukan oleh panel yang terdiri atas pakar polimer, praktisi industri, regulator, dan pakar keberlanjutan dengan mempertimbangkan aspek implementasi teknologi, efisiensi sumber daya, serta kontribusi terhadap keberlanjutan. Malam penganugerahan Indonesia Polymer Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 November 2026.

Adblock test (Why?)


Industri Polimer Didorong Kurangi Ketergantungan Impor Lewat Ajang Inovasi Nasional
Sumber Eknomi