Pages

Tuesday, June 9, 2026

BI Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen, Ini Penjelasan Perry Warjiyo

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Valuta Inti Prima, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), rupiah dibuka melemah 0,08 persen ke level Rp 18.064 per dolar AS. Pada sekitar pukul 12.55 WIB, mata uang Garuda terpantau bergerak fluktuatif di posisi Rp 18.035 per dolar AS. Namun pada penutupan perdagangan hari ini terjadi perubahan. Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 13 poin atau 0,07 persen. Posisi rupiah naik menjadi Rp18.036 per dolar AS dibanding kurs pada penutupan sebelumnya Rp18.049 per dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) secara mendadak mengumumkan keputusan menaikkan suku bunga acuan/ BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Hal tersebut diputuskan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa (9/6/2026). 

“Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk kembali menaikkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resmi kepada wartawan, Selasa (9/6/2026). 

Perry menerangkan, kenaikan BI rate tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah. 

“Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, dalam evaluasi sejak RDG tanggal 18—19 Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan. Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia. 

“Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter untuk mendorong masuknya aliran investasi asing,” ujar dia. 

Stabilisasi nilai tukar rupiah, kata dia, dimaksud juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.

“Disamping kenaikan BI Rate menjadi 5,5 persen, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain bagi masuknya aliran investasi asing,” lanjutnya. 

Advertisement

Adblock test (Why?)


BI Tiba-Tiba Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen, Ini Penjelasan Perry Warjiyo
Sumber Eknomi

No comments:

Post a Comment