
"Tahun 2019 likuiditas bisa terkendali di 91-94%, artinya kita tidak lihat lebih ketat lagi, cukup dalam range waspada," ujar Destry ketika berbincang dengan Maria Katarina dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (4/12/2018).
Destry mengatakan, pada kuartal pertama 2019, penyaluran kredit akan melambat karena adanya pemilihan umum tetapi setelahnya kredit akan kembali mengalir deras.
"Pemilu, pengusaha agak mengerem sedikit eksposure mereka melihat ke depan. Akhir tahun ini masih kencang [pertumbuhan kredit]," terang Destry.
Saat ini perbankan sedang dihadapkan masalah ketatnya likuiditas. Penyebabnya, tingginya pertumbuhan penyaluran kredit tanpa diikuti kenaikan DPK yang tinggi. Hal ini membuat loan to deposit ratio (LDR) bank umum tembus 94,09%.
Selain itu, bank-bank kecil juga sedang menghadapi tekanan karena bank menengah dan besar menawarkan bunga deposito tinggi di tengah ketatnya likuiditas. DPK bank kecil pun tumbuh rendah bahkan DPK bank BUKU II tumbuh minus hampir sepanjang tahun.
Destry menambahkan salah satu yang menarik dari kondisi saat ini adalah turunnya dana masyarakat yang diparkir di deposito sementara giro tumbuh kencang.
"Artinya bank menghadapi persaingan dengan instrumen lainnya. Mereka harus bisa bersaing untuk menarik dana dari masyarakat," jelasnya.
(roy/miq) https://www.cnbcindonesia.com/market/20181204131643-17-44901/masih-waspada-ketatnya-likuiditas-bisa-berlanjut-di-2019https://desimpul.blogspot.com/2018/12/masih-waspada-ketatnya-likuiditas-bisa.html
No comments:
Post a Comment