
Petugas membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid Sengkol kapasitas 7 megawatt peak (MWp) di Sengkol, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/10/2025). Hingga saat ini PLN UIW NTB mengelola 19 unit pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 37,604 MW yang terdiri dari 56,2 persen PLTS dan 43,8 persen Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan rata-rata produksi sebesar 13,61 gigawatt hour (GWh) per bulan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I berkapasitas 1,225 gigawatt sebagai tonggak baru transisi energi Indonesia. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan proyek ini dikembangkan melalui strategi pengadaan terintegrasi bertajuk GIGA ONE dengan proses tender dimulai pada 30 April 2026.
Skema GIGA ONE dirancang melalui konsolidasi sejumlah proyek dalam satu paket strategis untuk menciptakan skala ekonomi dan kepastian proyek yang lebih terukur bagi investor. “Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” kata Darmawan di Jakarta, dikutip Jumat (1/5/2026).
Ia menilai proyek tersebut memperkuat bauran energi bersih nasional sekaligus menopang kemandirian energi. Dampaknya juga menjalar ke perekonomian melalui efek berganda, termasuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja hijau.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menyampaikan proyek ini menjadi flagship awal dalam mendukung target pembangunan PLTS nasional berkapasitas 100 gigawatt yang digagas Presiden Prabowo Subianto. “Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelas Suroso.
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat manufaktur energi nasional. Penguatan tersebut diharapkan membuat rantai pasok dalam negeri semakin kokoh dan berdaya saing.
Secara teknis, kapasitas PLTS Mentari Nusantara I akan tersebar di berbagai wilayah, meliputi Sumatra 35 MW, Kalimantan 340 MW, Jawa 600 MW, Sulawesi 50 MW, Nusa Tenggara Barat 80 MW, serta Maluku dan Papua 120 MW. Seluruh proyek ditargetkan mencapai commercial operation date pada 2029.
Strategi GIGA ONE juga disiapkan untuk direplikasi dalam pengembangan pembangkit hidro, bayu, hingga Battery Energy Storage System (BESS) secara terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan menuju sistem energi bersih yang mandiri dan tangguh.
“GIGA ONE menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” tutur Suroso.
Transformasi ini menandai pergeseran pendekatan pembangunan energi dari proyek terpisah menuju sistem terintegrasi. PLN menempatkan energi bersih sebagai fondasi utama menuju kedaulatan energi nasional.
PLN Luncurkan Proyek PLTS 1,225 GW, Tonggak Baru Transisi Energi RI
Sumber Eknomi
No comments:
Post a Comment