Pages

Monday, May 18, 2026

Volume Angkutan Retail KAI Terus Naik, Diyakini Bisa Tekan Biaya Logistik Nasional

Repost Ekonomi juraganluempang.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menilai angkutan barang berbasis rel memiliki peluang besar untuk membantu menekan biaya logistik nasional yang saat ini masih tergolong tinggi. Penguatan distribusi logistik melalui kereta api dinilai dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 15 persen hingga di atas 20 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada di kisaran 7–8 persen.

“Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional,” ujar Anne.

Menurut dia, semakin efisien biaya distribusi, semakin besar peluang industri nasional meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global.

“Efisiensi logistik akan berdampak langsung pada biaya produksi industri. Ketika distribusi barang menjadi lebih efektif, maka rantai pasok nasional juga akan bergerak lebih kompetitif,” lanjut Anne.

KAI mencatat volume angkutan retail sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 82.129 ton atau meningkat 4,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 78.323 ton. Jika dibandingkan periode Januari–April 2024 sebesar 66.654 ton, volume angkutan retail tumbuh 23,22 persen.

Khusus pada April 2026, volume angkutan retail KAI mencapai 21.844 ton atau meningkat 22,87 persen dibanding April 2025 sebesar 17.778 ton.

KAI menyebut pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan distribusi barang yang lebih efisien dan terukur.

Untuk mendukung penguatan logistik berbasis rel, KAI terus meningkatkan kapasitas angkutan barang. Saat ini KAI mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton dan tengah ditingkatkan menjadi 70 ton per gerbong. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.

Selain itu, KAI juga memperkuat integrasi layanan logistik dengan kawasan industri, pergudangan, dan pelabuhan agar distribusi barang berlangsung lebih cepat dan efisien.

Menurut KAI, sekitar 60 persen aktivitas logistik nasional masih terpusat di Pulau Jawa dengan nilai biaya logistik diperkirakan mencapai Rp2.400–Rp2.500 triliun per tahun. Efisiensi sekitar 30 persen saja diperkirakan dapat menghasilkan penghematan hingga Rp1.000 triliun.

“Dengan jaringan operasional yang luas dan kapasitas angkut yang besar, kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” kata Anne.

Adblock test (Why?)


Volume Angkutan Retail KAI Terus Naik, Diyakini Bisa Tekan Biaya Logistik Nasional
Sumber Eknomi

No comments:

Post a Comment