
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meminta pengelola destinasi wisata memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, kesiapan destinasi menjadi faktor penting untuk memastikan wisatawan dapat berlibur dengan aman selama musim liburan. Hal itu disampaikan saat meninjau atraksi wisata Waterbom Bali menjelang periode libur sekolah.
"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Puspa, meningkatnya mobilitas wisatawan harus diimbangi dengan penerapan standar keselamatan yang memadai. Karena itu, pengelola destinasi diminta memastikan seluruh fasilitas, sarana pendukung, dan sistem mitigasi risiko berfungsi dengan baik sebelum menerima lonjakan pengunjung.
Ia menegaskan libur sekolah tidak hanya menjadi peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi wisata di Indonesia.
"Kami berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat terus berkolaborasi menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan tenang," ujar Puspa.
Kesiapan destinasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, penerapan standar keselamatan, kesiapan petugas, hingga pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan wisata.
Untuk memperkuat budaya keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata juga menjalankan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata, terutama pada aktivitas yang memiliki risiko lebih tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, dan snorkeling.
Selain itu, Kementerian Pariwisata telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi acuan dalam pelayanan wisatawan, termasuk aspek keselamatan dan keamanan selama berwisata.
Sementara itu, CEO Waterbom Bali Sayan Gulino mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi periode libur sekolah melalui pemeriksaan rutin terhadap fasilitas dan sarana pendukung.
"Kami memiliki departemen quality control yang secara rutin melakukan pemeriksaan. Dengan pengalaman 33 tahun, kami siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan," kata Sayan.
Menurut Sayan, pengelolaan kapasitas pengunjung juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Karena itu, jumlah pengunjung akan tetap disesuaikan dengan daya dukung fasilitas yang tersedia.
"Dengan manajemen kapasitas yang baik, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama, fasilitas tetap terjaga, dan pengalaman wisata dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan aman," ujarnya.
Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Minta Destinasi Wisata Perkuat Aspek Keselamatan
Sumber Eknomi
No comments:
Post a Comment